Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Baja Melesat Naik, Produksi Kedodoran

Permintaan baja di seluruh dunia diperkirakan akan tumbuh 5,8 persen tahun ini melebihi tingkat pra-pandemi, menurut Asosiasi Baja Dunia.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 28 April 2021  |  11:11 WIB
Pipa baja ERW Spindo telah digunakan di beberapa proyek jembatan, proyek konstruksi terutama untuk bangunan bentang lebar seperti bandara, stadion, dan aula, serta aplikasi struktur selubung bangunan.  - Spindo\\r\\n
Pipa baja ERW Spindo telah digunakan di beberapa proyek jembatan, proyek konstruksi terutama untuk bangunan bentang lebar seperti bandara, stadion, dan aula, serta aplikasi struktur selubung bangunan. - Spindo\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Harga baja melonjak dari Asia ke Amerika Utara seiring dengan proyeksi positif pada pemulihan ekonomi global yang memicu kenaikan permintaan.

Dunia di luar China akhirnya mengejar pasar raksasa baja Asia yang sudah kuat karena rebound global. Hal ini mendorong gelombang pembelian yang kuat yang tidak dapat diimbangi dengan produksi.

Sektor manufaktur dan konstruksi sedang meningkat dan pemerintah telah berjanji untuk berbelanja secara royal pada infrastruktur saat mereka memetakan jalur pasca-pandemi kembali ke pertumbuhan.

Order penuh karena pembeli ingin mengunci pasokan baja setelah satu tahun pembatasan produksi dan pabrik tidak beroperasi. Selain itu, penambang bijih besi terbesar telah terhambat oleh masalah operasional, pengetatan pasar yang belum sepenuhnya pulih dari guncangan pasokan lebih dari dua tahun lalu.

Harga untuk kumparan canai panas, produk baja patokan, naik tiga kali lipat di Amerika Utara dari titik terendah pandemi dan juga melonjak di Eropa. Di China, yang telah menikmati permintaan yang tinggi selama setahun, baja mencetak harga termahal sejak 2008.

Itu adalah keuntungan bagi para produsen baja, yang tiba-tiba menikmati keuntungan yang sehat setelah setahun penuh keterpurukan. Posco Korea Selatan, salah satu pemasok teratas di luar China, baru saja membukukan laba kuartalan terbaiknya sejak 2011 dan memperkirakan pemulihan akan berlanjut di paruh kedua karena stimulus dan peluncuran vaksin virus Corona.

Permintaan baja di seluruh dunia diperkirakan akan tumbuh 5,8 persen tahun ini melebihi tingkat prapandemi, menurut Asosiasi Baja Dunia. Konsumsi China, sekitar setengah dari total global, akan terus tumbuh dari rekor tertinggi, sementara bagian dunia lainnya mengalami rebound dengan kuat.

"Waktu tunggu sangat, sangat lama dan beberapa pabrik mengatakan mereka menjual untuk kuartal ketiga atau bahkan keempat," kata Tomas Gutierrez, Analis di Kallanish Commodities, dikutip dari.

“Ada optimisme atas permintaan tahun ini dengan pemulihan Covid, dan banyak rencana stimulus. Permintaan di luar China pada bulan April lebih tinggi daripada yang telah kita lihat selama bertahun-tahun."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

baja pemulihan ekonomi

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top