Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Partipisasi Asing Meningkat di Lelang SUN Pekan Ini

Peningkatan ini menyiratkan kondisi pasar global yang membaik serta didukung dengan afirmasi sovereign rating Indonesia oleh S&P di BBB outlook negatif.
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis/Abdullah Azzam
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Selain jumlah penawaran masuk yang meningkat, pemerintah juga mencatat partisipasi investor asing semakin membesar pada lelang surat utang negara (SUN) di akhir April ini.

Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, lelang yang dilaksanakan hari ini menghasilkan penawaran masuk sebesar Rp52,74 triliun.

Realisasi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan lelang SUN sebelumnya, yakni Selasa (13/4/2021) lalu yang hanya Rp42,97 triliun.

Direktur SUN DJPPR Deni Ridwan menilai peningkatan ini menyiratkan kondisi pasar global yang membaik serta didukung dengan afirmasi sovereign rating Indonesia oleh S&P di BBB outlook negatif.

"Mempengaruhi demand investor pada lelang SUN kali ini yang meningkat hingga 22,8 persen dibandingkan dengan lelang SUN sebelumnya,” kata Deni dalam pesan tertulis yang diterima Bisnis, Selasa (27/4/2021).

Dia menuturkan, pada lelang kali ini SUN tenor menengah yakni 5 dan 10 tahun menjadi seri yang paling besar mendapatkan penawaran masuk dibandingkan dengan seri-seri lainnya, dengan proporsi 60,8 persen dari total incoming bids.

Dari penawaran masuk di kedua tenor tersebut, 23 persen berasal dari investor asing. Adapun secara total, partisipasi asing di lelang kali ini meningkat signifikan dari 11,1 persen di lelang SUN sebelumnya menjadi 16,5 persen.

Di sisi lain, cost of borrowing pemerintah juga terlihat menurun seiring dengan membaiknya kondisi pasar. Hal tersebut tercermin dari penurunan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield/WAY) sebesar 3-9 bps pada semua seri yang dilelang hari ini.

“Penurunan WAY terbesar tercatat pada SUN tenor 5 tahun yaitu 9bps lebih rendah dibandingkan WAY pada lelang SUN sebelumnya,” tutur Deni lagi.

Sementara itu, dengan mempertimbangkan yield atau imbal hasil SBN yang wajar di pasar sekunder serta rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2021, pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp28,05 triliun dan tidak menyelenggarakan lelang SUN tambahan (green shoe option).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper