Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Nantikan Lapkeu Emiten Teknologi, Wall Stret Berbalik Melemah

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,15 persen ke level 33.930,93 pada awal perdagangan, sedangkan indeks S&P 500 melemah 0,15 ke 4.181,14 dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,42 persen ke 14.079,13.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 April 2021  |  21:32 WIB
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat bebalik melemah pada awal perdagangan Selasa (27/4/2021) karena investor menunggu gelombang laporan keuangan sejumah emiten teknologi.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,15 persen ke level 33.930,93 pada awal perdagangan, sedangkan indeks S&P 500 melemah 0,15 ke 4.181,14 dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,42 persen ke 14.079,13.

Saham 3M Co. membebani indeks Dow Jones Industrial Average setelah merilis laporan keuangan kuartal I/2021. Sementara itu, Tesla Inc. merosot setelah laporan pendapatan gagal mengesankan pelaku pasar.

Setelah Tesla merilis laporan keuangan pekan ini, semua mata akan tertuju pada Microsoft Corp dan Alphabet Inc. yang akan merilis laporan keuangan setelah penutupan perdagangan pada hari Selasa.

Dengan sebagian besar optimisme pendapatan yang telah diperhitungkan dalam perdagangan saham yang mendekati rekor, investor diperkirakan menunggu katalis yang lebih kuat untuk mendorong saham lebih tinggi.

Empat dari lima perusahaan Indeks S&P 500 yang telah merilis kinerja sejauh ini telah memenuhi atau melampaui ekspektasi. Rata-rata saham perusahaan pada indeks S&P 500 telah menguat kurang dari 0,1 persen setelah merilis laporan keuangan.

"Reaksi harga saham yang diredam terhadap angka-angka [laporan keuangan] yang kuat sebagian besar disebabkan oleh ekspektasi yang sudah meningkat menuju musim laporan keuangan," ungkap kepala investasi UBS Global Wealth Management, Mark Haefele, seperti dikutip Bloomberg.

“Hasil yang kuat memberi kami keyakinan yang lebih besar bahwa laba perusahaan (AS) akan tumbuh lebih dari 30 persen pada kuartal I/2021,” lanjutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top