Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produksi Nikel INCO Menyusut, Ini Penjelasan Manajemen

Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Kanter mengatakan bahwa penurunan produksi tersebut terjadi karena adanya aktivitas pemeliharaan.
Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk Nico Kanter (kanan) didampingi Wakil Presiden Direktur B. Irmanto berbicara pada acara Public Expose Marathon yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia, di Makassar, Kamis (14/9)./JIBI-Paulus Tandi Bone
Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk Nico Kanter (kanan) didampingi Wakil Presiden Direktur B. Irmanto berbicara pada acara Public Expose Marathon yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia, di Makassar, Kamis (14/9)./JIBI-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan mineral, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), mencatatkan produksi nikel pada kuartal I/2021 sebesar 15.198 ton.

Berdasarkan laporan perseroan, produksi tersebut lebih rendah 14 persen dibandingkan dengan perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar 17.614 ton.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan kuartal IV/2020 produksi juga turun 8 persen dari posisi 16.445 ton.

Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Kanter mengatakan bahwa penurunan produksi tersebut terjadi karena adanya aktivitas pemeliharaan. Kendati menurun, Nico menilai perseroan tetap berhasil mempertahankan kinerja operasionalnya di tengah pandemi Covid-19.

“Pada kuartal I/2021, perseroan berhasil mempertahankan keandalan operasionalnya setelah upaya kami menangani pandemi Covid-19 yang semakin terarah. Kami bersyukur atas pencapaian ini,” ujar Nico dikutip dari keterangan resminya, Senin (19/4/2021).

Adapun, pada 2021 perseroan menargetkan produksi nikel sebesar 64.000 ton. Target tersebut juga lebih rendah daripada realisasi produksi 2020 sebesar 72.237 ton.

Perseroan merencanakan membangun kembali salah satu tanur listrik atau furnace 4 yang sempat tertunda pada tahun lalu.

Untuk diketahui, INCO menunda proyek peremajaan furnace 4 yang semula direncanakan berjalan pada kuartal IV/2020, menjadi akan dilaksanakan pada Mei 2021.

Penundaan proyek itu mempertimbangkan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung karena proyek tersebut cukup masif membutuhkan tenaga kerja hingga 1.000 pekerja dan periode pengerjaan hingga 5 bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper