Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ashmore AM (AMOR) Bukukan Dana Kelolaan Rp34,97 Triliun

Berdasarkan Keterbukaan Informasi di laman resmi Bursa Efek Indonesia, pencapaian emiten bersandi AMOR tersebut mengalami penurunan sebesar 9,4 persen secara kuartalan (qoq), dari posisi Rp38,61 triliun di akhir 2020 lalu.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 16 April 2021  |  10:16 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk. membukukan dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar Rp34,97 triliun di akhir tiga bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan Keterbukaan Informasi di laman resmi Bursa Efek Indonesia, pencapaian emiten bersandi AMOR tersebut mengalami penurunan sebesar 9,4 persen secara kuartalan (qoq), dari posisi Rp38,61 triliun di akhir 2020 lalu. Akan tetapi, jika dilihat secara tahunan, dana kelolaan AMOR mengalami kenaikan hingga 72,1 persen secara year on year (yoy).

Presiden Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk. menjelaskan, penurunan AUM sepanjang kuartal yang lalu sebesar Rp3,6 triliun didorong oleh keluarnya arus dana sebsar Rp2,6 triliun dan kinerja investasi yang menurun sebesar Rp1,0 triliun.

Menurutnya, setelah mengalami kenaikan yang kuat pada kuartal terakhir tahun 2020, di mana indeks acuan pendapatan tetap dan saham naik masing-masing sebanyak 5,2 persen dan 21, persen, para penanam modal melakukan aksi pengambilan keuntungan sepanjang tiga bulan periode yang berakhir pada Maret 2021.

Hal ini didorong juga oleh naiknya imbal hasil obligasi global dan menguatnya dolar Amerika Serikat. Tercatat, sepanjang kuartal I/2021, imbal hasil obligasi 10 tahun Indonesia mengalami kenaikan sebesar 89 basis poin, sementara rupiah mengalami pelemahan sebesar 3,1 persen secara kuartalan.

Di sisi lain, pasar saham saham Indonesia tidak mengalami perubahan banyak walau saham dengan kapitalisasi besar yang direpresentasikan oleh LQ45 mengalami penurunan 3,4 persen secara kuartalan.

“Dengan latar belakang tersebut, kinerja reksadana AAMI membukukan kinerja sedikit dibawah indeks acuan untuk strategi saham dan mengalami kinerja investasi negatif Rp1,2 triliun,” tutur Ronaldus seperti dikutip Bisnis, Jumat (16/4/2021).

Adapun, meski terjadi kenaikan imbal hasil dan kinerja di bawah indeks acuan, Ronaldus menyebut tema investasi pendapatan tetap mendapat efek positif dari penguatan dolar Amerika Serikat dan membukukan kinerja investasi positif sebesar Rp200 miliar.

Sementara itu, arus dana yang keluar sepanjang kuartal ini sejalan dengan aksi pengambilan keuntungan para pemodal setelah kenaikan kinerja pasar yang kuat dan arus masuk yang kuat di kuartal terakhir 2020.

Mayoritas dari arus dana yang keluar datangnya dari tema pendapatan tetap yang berkontribusi hampir 80 persen dari total arus dana yang keluar.

"Dilatarbelakangi kinerja pasar yang kuat di akhir 2020, aksi pengambilan keuntungan sepanjang kuartal I tidak mengejutkan dan terutama dengan naiknya ekspektasi inflasi Amerika Serikat yang berkaitan dengan naiknya imbal hasil obligasi," jelasnya lagi.

Dia menyebut terlepas dari volatilitas pasar jangka pendek, dana kelolaan Ashmore Indonesia masih dalam posisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan ada di posisi yang baik untuk mengambil keuntungan dari perbaikan ekonomi global dan juga dari reformasi kebijakan ekonomi di Indonesia.

"Kombinasi dari kebijakan Bank Indonesia yang mendukung pemulihan ekonomi, pendirian Sovereign Wealth Fund dan perbaikan literasi keuangan merupakan indikasi yang positif bagi masa depan industri manajemen aset di Indonesia,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi emiten reksa dana pt ashmore asset management indonesia
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top