Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anak Usaha Kalbe Farma (KLBF) Jalin Kemitraan dengan Pabrik Susu

Kalbe Nutritionals akan mengembangkan produk susu dalam kemasan Tetra Pack bersama PT ISAM.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 13 April 2021  |  09:45 WIB
Kantor PT Kalbe Farma Tbk. - kalbe
Kantor PT Kalbe Farma Tbk. - kalbe

Bisnis.com, JAKARTA - Anak usaha emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), yakni PT Sanghiang Perkasa atau lebih dikenal Kalbe Nutritionals, menjalin kerja sama dengan produsen susu lokal yaitu PT Industri Susu Alam Murni (PT ISAM) dari Bandung, Jawa Barat, yang merupakan bagian dari Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI).

Kemitraan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk serta memperkuat industri susu nasional, sehingga dapat memberi banyak manfaat kepada masyarakat. Kemitraan ini disepakati sejak November 2020 dan memasuki April 2021, kemitraan ini memasuki fase pengembangan dengan formula baru.

Kalbe Nutritionals akan mengembangkan produk dalam kemasan Tetra Pack bersama PT ISAM. Selain itu, KALBE Nutritionals juga telah memasang mesin Aseptic Filling Technology di PT ISAM untuk menghasilkan produk-produk KALBE Nutritionals.

Director of Quality Assurance, Sustainability and Support Function Kalbe Nutritionals Andy Chendra menyakini kemitraan dengan GKSI dan PT ISAM akan membuahkan hasil yang lebih baik secara produk.

"Apalagi PT ISAM merupakan perusahaan yang menyalurkan hasil produksi peternak sapi perah lokal yang bernaung di GKSI, sementara KALBE Nutritionals adalah produsen untuk produk nutrisi nasional. Jadi kolaborasi ini memang ditujukan untuk meningkatkan kualitas susu yang diproduksi dan mengembangkan industri susu nasional, dalam upaya untuk bersama-sama menyehatkan bangsa,” paparnya, Selasa (13/4/2021).

Saat ini, Kalbe Nutritionals menjadi perusahaan nasional yang bersaing dengan perusahaan susu multinasional di posisi 5 besar untuk kategori growing up milk.

Hingga kini, GKSI secara nasional merupakan wadah yang menaungi sekitar 100.000 orang peternak sapi perah lokal, dengan jumlah sapi kurang lebih sebanyak 300.000 ekor dan kapasitas produksi susu segar mencapai 1.600 ton per hari.

Teknologi aseptik adalah teknologi pengolahan dan pengemasan makanan yang mampu menjaga makanan tetap aman dan terjaga cita rasanya setidaknya selama satu tahun tanpa proses pendinginan atau penggunaan bahan pengawet.

Proses aseptik memastikan bahwa makanan dan bahan kemasan bebas dari bakteri berbahaya saat makanan dikemas. Segala sesuatu dalam rantai produksi dipastikan sudah steril, termasuk bahan makanan dan pengemasan, serta semua mesin dan lingkungan tempat pengemasan dilakukan.

Lebih jauh Totok Kurniawan, Head of External Production Kalbe Nutritionals menjelaskan bahwa di tahap awal kemitraan ini ditargetkan dapat menghasilkan 3 produk unggulan Kalbe Nutritionals, yaitu Susu Zee, Prenagen, dan Entrasol.

“Ini semua berjalan paralel. Jadi di tahap awal, kami memasang aseptic filling, lalu mulai memproduksi susu menggunakan existing formula, sambil mengembangkan beberapa formula produk yang paling tepat dengan menggunakan susu segar dari GKSI. Kami menargetkan dapat memasarkan produk kemitraan ini di awal tahun 2022,” jelas Totok.

Sementara itu, PT ISAM meyakini dengan dukungan produksi susu segar dari para peternak sapi perah lokal yang bergabung di GKSI, akan mampu memenuhi segala kebutuhan susu segar KALBE Nutritionals, sehingga di masa depan diharapkan semua lini produk susu di KALBE Nutritionals bisa diproduksi di PT ISAM.

Manufacturing Director ISAM Yusup Munawar menyambut kolaborasi ini dengan penuh optimisme. Fasilitas produksi yang bisa diandalkan. Harapannya, kerja sama ini bisa berlangsung selama mungkin, karena kemitraan ini sudah sejalan dengan visi dan misi keduanya.

"Dengan peran dan status masing-masing sudah seharusnya kedua pihak bersinergi, sehingga produk nutrisi unggulan KALBE Nutritionals yang berbasis susu segar hasil peternak sapi perah lokal bisa diproduksi bersama dan hasilnya akan memperkuat industri susu nasional dan tujuan akhirnya menyehatkan bangsa Indonesia,” ungkap Yusup.

Dalam hal produksi susu, Kalbe Nutritionals sudah melakukan pengalihan produksinya ke pabrik milik PT ISAM. Semua prosesnya pun juga telah melalui uji kendali mutu yang ketat.

“Jadi standar-standar yang diterapkan di dalam kemitraan ini sudah standar internasional, karena sejak beberapa tahun lalu PT ISAM sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan nasional dan multinasional. Standar yang diterapkan sama dan semua sertifikasi juga sudah memenuhi requirement, serta di tahap awal operasional, tim kami juga mendukung proses produksi di PT ISAM,” lanjut Andy.

Hingga kini, Kalbe Nutritionals memiliki 17 mitra produksi. KALBE Nutritionals sendiri memiliki fokus utama di sektor distribusi dan pemasaran, serta mengelola 3 pabrik internal.

Dari 17 mitra produksi Kalbe Nutritionals, 15 di antaranya ada di dalam negeri, termasuk PT ISAM. Kelima belas mitra produksi ini tidak hanya memproduksi susu, melainkan juga produk-produk nutrisi kesehatan lainnya seperti sereal, biskuit, dan produk-produk lain.

Ongkie Tedjasurja, Presiden Direktur Kalbe Nutritionals mengungkapkan harapannya pada kemitraan dengan ISAM ini. “Harapan jangka pendeknya adalah KALBE Nutritionals dan PT ISAM bisa sama-sama bertumbuh, sehingga kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki sekarang ini bisa diperluas setelah kemitraan ini membuahkan hasil," katanya.

Harapan jangka panjangnya dengan produk susu segar dari PT ISAM, Kalbe bisa memantapkan peran sebagai penyedia nutrisi untuk setiap tahap kehidupan, mulai dari persiapan kehamilan, tahap perkembangan anak-anak, usia muda dan produktif, hingga kalangan senior atau lansia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

susu emiten farmasi kalbe farma
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top