Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabar Pasar: Produksi Batu Bara Berpotensi Meningkat, Selektif Koleksi Saham di Kuartal II

Kabar dari sejumlah sektor menjadi sorotan harian Bisnis Indonesia edisi hari ini, termasuk soal proyeksi harga batu bara
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 07 April 2021  |  08:29 WIB
Proses mobilisasi batu bara dari ketinggian 15 meter - 20 meter di Anjungan Tambang Air Laya yang disediakan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA)  -  Tim Jelajah Komoditas Bisnis Indonesia
Proses mobilisasi batu bara dari ketinggian 15 meter - 20 meter di Anjungan Tambang Air Laya yang disediakan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) - Tim Jelajah Komoditas Bisnis Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Kabar dari sejumlah sektor ekonomi yang menjadi sorotan harian Bisnis Indonesia edisi hari ini, Rabu (7/4/2021), harga batu bara berpotensi meningkat setelah sempat tertahan pada bulan lalu.

Selain itu, indeks komposit pada akhir kuartal pertama tahun ini hanya mampu parkir di level 5.985,52 yang hanya tumbuh tipis. Kemudian peluang tren positif harga tembaga masih terbuka seiring dengan isu pasokan dari produsen tembaga terbesar di dunia.

Berikut beberapa rincian isu-isu terkini seputar perekonomian di Indonesia:

1. Produksi Berpotensi Meningkat

Tingginya harga batu bara sepanjang kuartal I/2021 diperkirakan mampu mendorong produsen emas hitam itu meningkatkan rencana produksinya pada tahun ini. Harga Batu Bara Acuan (HBA) pada April 2021 menguat 2,62 persen ke level US$86,68 per ton dari posisi Maret 2021 senilai US$84,47 per ton. Catatan itu sekaligus mengembalikan tren penguatan sejak akhir 2020 yang sempat tertahan pada bulan lalu.

2. Selektif Koleksi Saham di Kuartal II

Per akhir kuartal pertama tahun ini, indeks komposit hanya mampu parkir di level 5.985,52, tak beranjak jauh dari posisinya pada penutupan tahun lalu yakni 5.979,07 alias hanya tumbuh tipis 0,11 persen secara kuartalan. Padahal, pada awal tahun indeks sempat menguat hingga menyentuh level 6.429,75 di pertengahan Januari. Kalangan analis mengaku masih optimis akan pertumbuhan indeks hingga akhir tahun.

3. Asa Baru Konsensus Pajak Minimum Global

Masa depan proposal Pillar 2: Global Anti Base Erosion (GloBE) mulai menemukan titik terang, setelah Amerika Serikat meminta kepada negara-negara G20 untuk mengadopsi pajak minimum korporasi global dalam rangka meminimalisasi berlanjutnya tren penurunan tarif. Himbauan tersebut disampaikan setelah Presiden AS Joe Biden mengemukakan rencana menaikkan pajak perusahaan guna membiayai program infrastruktur senilai US$2,25 triliun.

4. Tembaga Kembali ke Jalaur Bullish

Rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya menjadi bahan bakar bagi harga tembaga untuk menguat. Peluang kelanjutan tren positif masih terbuka seiring dengan isu pasokan dari produsen tembaga terbesar di dunia. Laju harga tembaga didukung oleh angka ketenagakerjaan di Amerika Serikat (AS) yang mencatatkan penambahan pekerjaan terbesar dalam 7 bulan dengan pemulihan merata di seluruh sektor pada Maret.

5. Pasar Nantikan Data Devisa

Kurs rupiah berpeluang melanjutkan penguatan di tengah rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia pada Rabu (7/4). Apabila cadev naik maka bakal menambah sentimen positif bagi pergerakan rupiah. FX Senior Dealer Bank Sinarmas Deddy mengatakan minimnya rilis data dalam negeri serta pergerakan mata uang regional yang cendderung sideways membuat rupiah bergerak stabil pada hari ini di kisaran Rp14.500 - Rp14.530.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG batu bara kabar pasar
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top