Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OPEC dan Sekutu Kerek Produksi, Minyak Mentah Melemah

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Mei terpantau melemah 0,42 poin atau 0,68 persen ke level US$61,03 per barel di New York Mercantile Exchange pada 09.34 WIB.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 April 2021  |  09:57 WIB
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak melemah pada perdagangan Senin (5/4/2021), setelah OPEC+ memutuskan untuk meningkatkan produksi selama beberapa bulan mendatang dan Arab Saudi menaikkan harga untuk pengiriman ke pelanggan di Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Mei terpantau melemah 0,42 poin atau 0,68 persen ke level US$61,03 per barel di New York Mercantile Exchange pada 09.34 WIB.

Sementara itu, minuak jenis Brent untuk pengiriman Juni 2021 terpantau melemah 0,76 persen atau 0,49 poin ke level US$64,37 per barel.

Harga minyak melemah setelah organisasi negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya, yang disebut OPEC+, sepakat untuk melonggarkan pembatasan pasokannya secara bertahap.

OPEC+ berencana meningkatkan produksi lebih dari 1 juta barel per hari secara bertahap antara Mei dan Juli. Selama periode yang sama, Arab Saudi akan menghentikan pengurangan sukarela 1 juta barel per hari.

Meskipun melemah, minyak mentah masih dalam tren penguatan sepanjang tahun 2021 di tengah peluncuran vaksin virus corona yang membuka jalan bagi pulihnya aktivitas ekonomi. Ekonomi dan keputusan OPEC+ sebelumnya yang dipandang sebagai mosi percaya pada prospek tersebut.

Memperkuat tanda bahwa ekonomi teratas sedang membaik, AS menambahkan 900.000 tenaga kerja pada bulan Maret 2021. Hal ini menjadi pertanda baik untuk permintaan minyak.

Sebelum pertemuan pada Kamis, kartel tersebut diperkirakan mempertahankan sikap hati-hati dengan membatalkan pemotongan yang diterapkan di sebagian besar negara, meskipun Rusia telah diizinkan menaikkan pasokan pada pertemuan sebelumnya.

Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan OPEC+ sekarang menguji pasar, dan dapat berbalik arah jika perlu pada sesi berikutnya pada 28 April mendatang.

Pendiri Vanda Insights Vandana Hari mengatakan pelonggaran pasokan OPEC+ lebih merupakan kompromi, daripada kepercayaannya pada pemulihan pasar.

 “Perputaran lain, dengan adanya dispensasi untuk Rusia, mungkin akan mempererat kohesi dalam aliansi,” ungkap Vandana, dilansir dari Bloomberg, Senin (5/4/2021).

Setelah pertemuan OPEC+, Arab Saudi menaikkan harga pengiriman ke Asia. Saudi Aramco akan meningkatkan nilainya ke kawasan itu pada Mei sebesar 20 hingga 50 sen per barel. Sebagian besar harga untuk pelanggan Eropa Barat Laut tidak akan berubah, sementara sebagian besar pengiriman ke AS akan dipangkas sebesar 10 sen per barel.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

opec harga minyak mentah harga minyak brent harga minyak mentah wti
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top