Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lelang Sukuk Digelar Selasa (6/4), Ini Rapor Lelang Sepanjang 2021

Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pemerintah bakal melakukan lelang untuk 1 seri surat perbendaharaan negara syariah (SPN-S) dan 5 seri project based sukuk (PBS).
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 05 April 2021  |  20:45 WIB
 Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat
Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah berencana kembali melaksanakan lelang surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa (6/4/2021).

Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pemerintah bakal melakukan lelang untuk 1 seri surat perbendaharaan negara syariah (SPN-S) dan 5 seri project based sukuk (PBS).

Seri-seri tersebut adalah SPN-S 10092021 (reopening), PBS027 (reopening), PBS017 (reopening), PBS029 (reopening), PBS004 (reopening), dan PBS028 (reopening).

“[Lelang] untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2021,” demikian tertulis, seperti dikutip Bisnis, Senin (5/4/2021)

Sebagai informasi, sepanjang 2021, pemerintah telah melakukan enam kali lelang sukuk sepanjang tahun 2021. Lelang pada 6 April 2021 akan menjadi lelang edisi keenam pada tahun ini dan pertama untuk bulan Maret.

Adapun, hasil lelang sukuk pada tahun ini menunjukkan tren penawaran yang menurun.

Pada lelang sukuk perdana yang diadakan pada 12 Januari 2021, pemerintah berhasil menghimpun penawaran sebesar Rp24,27 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah memenangkan sebanyak Rp11,3 triliun.

Jumlah penawaran kemudian mengalami penurunan pada lelang edisi 26 Januari 2021. Kala itu, pemerintah mengumpulkan penawaran sebanyak Rp23,341 triliun dan menyerap Rp9 triliun diantaranya.

Selanjutnya pada lelang 9 Februari lalu, jumlah penawaran yang masuk mengalami perbaikan setelah pemerintah menghimpun Rp26,1 triliun. Dari angka tersebut, pemerintah memenangkan sebanyak Rp12 triliun.

Hasil lelang berikutnya, 23 Februari 2021, kemudian kembali mengalami penurunan setelah mengumpulkan penawaran sebanyak Rp24,23 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah memutuskan untuk menyerap dana sebesar Rp4,99 triliun.

Sementara pada lelang 9 Maret lalu, pemerintah mencatatkan hasil penawaran terendah sejauh ini dengan Rp17,975 triliun. Dari jumlah itu, pemerintah menyerap sebesar Rp4,495 triliun.

Jumlah penawaran yang masuk pada lelang sukuk berikutnya, 23 Maret 2021 kembali turun, yakni hanya 17,64 triliun dan diserap pemerintah Rp6,39 triliun.

Kemenkeu kemudian melakukan lelang tambahan atau green shoe option pada keesokan harinya, 24 Maret 2021 dan mendatangkan penawaran masuk Rp5,75 triliun dan diserap Rp5,60 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sukuk Obligasi Pemerintah
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top