Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Anjlok 1,41 Persen, Asing Lego Saham Rp1 Triliun Lebih

IHSG ditutup ditutup melemah 1,41 persen atau 85,92 poin ke level 5.985,52. Sebanyak 118 saham melemah, 396 saham menguat, dan 120 saham lainnya stagnan.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 31 Maret 2021  |  15:12 WIB
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/3/2021). Bisnis - Abdurachman
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/3/2021). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (31/3/2021).

IHSG ditutup ditutup melemah 1,41 persen atau 85,92 poin ke level 5.985,52. Sebanyak 118 saham melemah, 396 saham menguat, dan 120 saham lainnya stagnan.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak dalam kisaran 5.892,64-6.066,84. Total transaksi hari ini mencapai 14,078 miliar saham dengan nilai mencapai Rp12,031 triliun.

Sementara itu investor asing ramai-ramai melepas kepemilikan saham  mereka. Total aksi jual bersih atau net sell asing mencapai Rp1,11 triliun.

Investor asing paling banyak melepas saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan total net sell Rp461,3 miliar. Saham BBRI pun ditutup melemah 2,22 persen ke level Rp4.400 per saham.

Kemudian, investor asing juga ramai melepas saham PT Bank Central Asiia Tbk (BBCA) dengan total net sell mencapai Rp2450,6 miliar. Saham BBCA melemah 2,81 persen ke level Rp31.075 per saham.

IHSG anjlok cukup dalam jika dibandingkan dengan bursa saham lainnya di Asia. Indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,86 persen, Hang Seng melemah 0,69 persen, dan Shanghai Composite turun 0,43 persen.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan pelemahan indeks komposit dua hari belakangan lebih disebabkan oleh sentimen dalam negeri karena sentimen dari global relatif mereda, terlihat dari bursa regional yang hanya terkoreksi rendah.

Hendriko menyebut salah satu penyebab utama yang membuat IHSG tersungkur adalah pernyataan BPJS Ketenagakerjaan yang akan mengurangi porsi investasi di pasar modal untuk menekan risiko penurunan harga.

“Sepertinya berita mengenai BPJS untuk mengurangi porsi investasinya pada saham dan reksadana kemungkinan besar menjadi pemicu aksi jual di market,” katanya kepada Bisnis, Rabu (31/3/2021).

Seperti diketahui, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR pada Selasa (29/3/2021) kemarin, pihak BPJS Ketenagakerjaan menyatakan akan mengurangi komposisi investasi di instrumen saham dan reksadana untuk menekan risiko penurunan harga di pasar, yang digadang-gadang menjadi penyebab unrealized loss.

Adapun berdasarkan dokumen yang diperoleh Bisnis, komposisi investasi BPJS Ketenagakerjaan per Januari 2021 terdiri saham sebesar 15,9 persen, reksadana 8,3 persen, obligasi 63,1 persen, deposito 12,2 persen, properti 0,4 persen, dan penyertaan langsung 0,1 persen.

Badan tersebut menempatkan investasi saham di 34 emiten, yang 25 di antaranya merupakan saham LQ45 dan sisanya pernah masuk indeks tersebut saat pembelian berlangsung.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI investor asing
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top