Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garuda Indonesia (GIAA) Bersiap Terbitkan OWK Kedua Senilai Rp1,5 Triliun

Emisi ini merupakan yang kedua kalinya setelah pada Desember 2020 perseron menerbitkan OWK pertama sebesar Rp1 triliun.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  15:41 WIB
Garuda Indonesia - istimewa
Garuda Indonesia - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten maskapai penerbangan BUMN, PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) disebut berencana menerbitkan kembali obligasi wajib konversi (OWK) sebesar Rp1,5 triliun atau setara US$104 juta.

Emisi ini merupakan yang kedua kalinya setelah pada Desember 2020 perseron menerbitkan OWK pertama sebesar Rp1 triliun.

Dikutip dari Bloomberg, Jumat (26/3/2021) emiten bersandi GIAA ini berencana menjual sekitar Rp1,5 triliun atau setara US$104 juta obligasi wajib konversi yang merupakan bagian dari penyertaan modal negara (PMN) sebagai bagian dari dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021.

Sumber Bloomberg mengatakan penerbitan OWK kedua ini sebagai pengganti perjalanan internasional yang belum menunjukkan tanda kembali beroperasi dengan cepat di tengah pandemi Covid-19. Maskapai nasional ini sedang mengupayakan penerbitan OWK tersebut dengan menunjuk Sekuritasnya pada kuartal II/2021.

Penerbitan tersebut akan menjadi bagian dari Rp8,5 triliun program OWK dari pemerintah. Sampai saat ini, GIAA sudah mengumpulkan Rp1 triliun melalui penerbitan OWK pada Desember 2020. Di sisi lain, perwakilan Garuda belum memberikan tanggapan setelah dimintai keterangan oleh Bloomberg.

Seperti semua maskapai penerbangan lainnya, Garuda juga mengambil sejumlah langkah untuk itu memangkas biaya dan perlindungan terhadap krisis Covid-19, dari restrukturisasi pembayaran hutang dan menambah modal tambahan.

Jumlah total penumpang Garuda Indonesia Group, yang termasuk pula unit anak usaha maskapai berbiaya rendah PT Citilink Indonesia, turun 66 persen menjadi 10,8 juta sepanjang 2020.

Direktur Utama Garuda Indonesia mengatakan perseroan terlepas dari kebangkrutan walaupun tertekan Covid-19. Di sisi lain, industri telah melihat beberapa pemulihan baru-baru ini kemajuan dengan vaksin.

Sukuk Garuda dalam mata uang dolar jatuh tempo 2023 pun telah dikembalikan sekitar 17 persen sepanjang 2021, ini menjadikannya yang terbaik dari penerbit maskapai penerbangan di wilayah Asia-Pasifik.

Ada juga tanda-tanda potensi pembukaan kembali yang bisa terjadi peningkatan perjalanan. Wisatawan asing mungkin bisa mengunjungi Bali lagi secepat bulan Juni di bawah program koridor perjalanan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan dalam sebuah pernyataan pekan lalu.

Adapun, pada perdagangan hari ini Jumat (26/3/2021), harga saham GIAA turun 1,15 persen atau 4 poin ke level 344 dengan kapitalisasi pasar Rp8,9 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Garuda Indonesia maskapai penerbangan
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top