Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Anjlok 1,4 Persen, Saham BCA, Bank Mandiri, BNI Ambrol

Pada pukul 14.02 WIB, IHSG anjlok 1,4 persen ayau 87,72 poin menjadi 6.164,98. Sepanjang hari ini, indeks bergerak di rentang 6.163,29-6.239,55.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  14:09 WIB
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh semakin dalam ke level 6.100-an pada perdagangan Rabu (24/3/2021) siang seiring jatuhnya saham-saham jumbo.

Pada pukul 14.02 WIB, IHSG anjlok 1,4 persen ayau 87,72 poin menjadi 6.164,98. Sepanjang hari ini, indeks bergerak di rentang 6.163,29-6.239,55.

Sejumlah saham perbankan jumbo seperti BBNI, BBCA, BMRI ambrol, masing-masing turun 1,64 persen, 1,75 persen, dan 3,37 persen. Adapun, saham BBRI masih naik 0,43 persen. Saham bank pendatang baru big caps, ARTO juga naik 1,87 persen.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan pergerakan IHSG hari ini tertekan oleh respons negatif pelaku pasar atas sejumlah sentimen yang datang dari luar maupun dalam negeri.

Salah satunya, kata Nafan, adalah memanasnya hubungan bilateral antara Amerika Serikat dengan China dan wacana Presiden AS Joe Biden untuk menaikkan tarif pajak untuk membayar stimulus jumbo yang akan dilancarkan pemerintah AS.

“Ini disikapi negatif oleh pelaku pasar,” kata Nafan, Rabu (24/3/2021)

Tak hanya itu, dia menilai market juga semakin prihatin dengan kenaikan kasus COvid-19 secara global dan perkembangan mutasi virus di berbagai negara.

Sementara dari dalam negeri, perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro hingga 5 April mendatang ikut jadi sentimen negatif.

Ditambah adanya pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih akan minus -0,1 persen hingga -1 persen di kuartal I/2021, turut menekan IHSG.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI perbankan
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top