Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Komentar The Fed Bikin Kecewa, Wall Street Anjlok Lagi

Wall Street ditutup terendah sekitar lima minggu sekaligus langsung menghapus kenaikan dalam periode tahun berjalan.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 05 Maret 2021  |  05:40 WIB
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali anjlok menyusul komentar Ketua The Federal Reserve Jerome Powell yang dinilai mengecewakan pelaku pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks acuan S&P 500 ditutup melemah 1,3 persen pada perdagangan Kamis (4/3/2021). Wall Street ditutup terendah sekitar lima minggu sekaligus langsung menghapus kenaikan dalam periode tahun berjalan.

Indeks Nasdaq 100 juga memperpanjang kerugian dari posisi tertinggi pada Februari 2021 lalu. Indek saham berkapitalisasi kecil, Russell 200 juga turun 2,8 persen. 

Pelaku pasar kecewa karena The Fed dinilai tidak menunjukkan sikap yang jelas terhadap pergerakan pasar obligasi yang bikin waswas. Imbal hasil obligasi AS telah mencapai 1,5 persen dan telah memicu kekhawatiran akan valuasi saham yang terlalu mahal. 

Dalam acara yang digelar Wall Street Journal secara online, Powell memang "khawatir" terhadap pasar obligasi akhir-akhir ini. Tapi ini dia tidak juga menawarkan langkah atau kebijakan untuk meredam gejolak yang ada di pasar obligasi.

Peter Boockvar dari Bleakley Advisory Group mengatakan The Fed telah menempatkan dirinya dalam "situasi yang sulit." Dia menyebut, pelaku pasar seolah mengambil kendali kebijakan moneter  dari The Fed.

“Suku bunga panjang naik sekarang karena Powell sekali lagi sangat dovish. Semakin dovish mereka dalam menghadapi ekspektasi pasar akan inflasi yang lebih tinggi, semakin banyak pengetatan finansial yang akan kita lihat," terangnya.

Di sisi lain, Senat memilih akan melakukan voting untuk menentukan persetujuan stimulus $1,9 triliun yang didukung oleh Presiden Joe Biden. Debat di Senat diperkirakan berakhir pekan ini dan stimulus keenam Negeri Paman Sam diramal bakal disetujui oleh Senat.

Berikut perkembangan pasar terkini

Saham

  • S&P 500 merosot 1,3 persen.
  • Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,4 persen.
  • Indeks MSCI Asia Pasifik merosot 2,5 persen.

Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg naik 0,7 persen.
  • Euro turun 0,8 persen menjadi $ 1,1971.
  • Yen Jepang terdepresiasi 0,8 persen menjadi 107,92 per dolar.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi 10-tahun AS naik enam basis poin menjadi 1,54 persen.
  • Imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman turun dua basis poin menjadi -0,31 persen.
  • Imbal hasil  obligasi 10 tahun Inggris turun lima basis poin menjadi 0,731 persen.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate melonjak 4,8 persen menjadi $ 64,24 per barel.
  • Emas turun 0,8 persen menjadi $ 1,698.21 per ounce.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street Kebijakan The Fed obligasi as

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top