Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dongrak Laba, Itama Ranoraya (IRRA) Ubah Model Bisnis

PT Itama Ranoraya Tbk berencana mengubah model bisnisnya dari distributor alat kesehatan menjadi pabrik alat kesehatan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  16:25 WIB
Jajaran Direksi dan Komisaris PT Itama Ranoraya Tbk. saat seremoni pencatatan perdana saham perseroan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (15/10/2019). - Bisnis - Azizah Nur Alfi
Jajaran Direksi dan Komisaris PT Itama Ranoraya Tbk. saat seremoni pencatatan perdana saham perseroan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (15/10/2019). - Bisnis - Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada 2021 sebesar 100 persen serta mengubah model bisnisnya dari distributor alat kesehatan menjadi pabrik alat kesehatan.

Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif mengungkapkan tingginya realisasi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada 2020, masih akan berlanjut pada 2021. Dia menambahkan, pendapatan dan laba bersih tahun ini diharapkan bisa tumbuh 80 persen hingga 100 persen.

"Untuk mencapai target tersebut, perseroan masih mengandalkan produk Jarum Suntik ADS, Mesin Apheresis (Plasma Darah), Antigen Test dan produk baru yaitu Avimax, produk imunomodulator yang akan mulai dipasarkan di kuartal I tahun ini," ujarnya, Senin (22/2/2021).

Heru menambahkan target pertumbuhan tersebut merupakan murni pertumbuhan organic, di luar rencana akuisisi serta pembentukan JV yang ada dalam pipeline aksi korporasi perseroan pada 2021.

“Kami optimis, untuk target pertumbuhan 80--100 persen di tahun ini, produk alat kesehatan yang kami miliki adalah produk kesehatan yang sifatnya primer terkhusus dalam penanggulangan Covid-19 saat ini," jelasnya.

Emiten bersandi IRRA juga menargetkan bisa merealisasikan transformasi dari model bisnis medical equipment supplier menjadi manufacturer dan innovator peralatan medis. Dengan demikian, pertumbuhan perusahaan dapat lebih berkelanjutan.

Heru optimistis target pertumbuhan dan transformasi ini dapat terealisasi pada 2021. IRRA membukukan kenaikan laba bersih pada 2020 sebesar 82,3 persen (YoY) menjadi Rp60,52 miliar dibandingkan dengan 2019 yang hanya sebesar Rp33,21 miliar. 

Kenaikan tersebut bersumber dari kenaikan pendapatan perseroan pada 2020 sebesar Rp563,89 miliar atau tumbuh 100,1 persen dari pendapatan 2019 sebesar Rp281,75 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten Itama Ranoraya
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top