Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG ke Zona Merah, ANTM & TINS Pimpin Pelemahan

Saat preopening, IHSG naik 0,24 persen atau 15,39 poin menjadi 6.322, namun langsung terjun ke zona merah dengan pelemahan 0,33 persen menjadi 6.286,62 pada 09.00 WIB.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  09:15 WIB
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan hari ini, Senin (25/1/2021).

Saat preopening, IHSG naik 0,24 persen atau 15,39 poin menjadi 6.322,5. Dengan anggota indeks LQ45, sejumlah 8 saham menguat, 17 saham koreksi, dan 20 saham stagnan.

Pada awal perdagangan pukul 09.00 WIB, indeks komposit langsung terjun ke zona merah melemah 0,33 persen menjadi 6.286,62. Terpantau 83 saham menguat, 150 saham koreksi, dan 192 saham stagnan.

Saham-saham yang mengalami pelemahan diantaranya saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menjadi top losers sementara dengan pelemahan 6,6 persen menjadi Rp2.690, PT Timah Tbk. (TINS) turun 6,36 persen ke level 2060, dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) turun 6,94 persen ke level 535.

Adapun saham yang masih di zona hijau PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk. (CANI) tumbuh 23,36 persen ke level 394, PT Prima Cakrawala Abadi Tbk. (PCAR) tumbuh 21,79 persem ke level 570 dan PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (KIOS) tumbuh 24,3 persen ke level 665.

Pada penutupan perdagangan Jumat (22/1/2021), indeks komposit ditutup terkoreksi signifikan 1,66 persen ke level 6307.13. Sektor pertambangan melemah paling tajam sebesar 4.09 persen, sedangkan properti terkoreksi 2.60 persen.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menuturkan berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance berada pada 6195.15 hingga 6366.09.

"Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI sudah berada di area netral. Di sisi lain, terlihat pola bearish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG," ujarnya, Senin (25/1/2021).

Head Equity Research Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat menuturkan secara teknikal IHSG bergerak turun menguji support rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) di kisaran 6.237 yang juga tepat dilevel lower bollinger bands dan bullish trend line.

"Indikator RSI dan Stochastic terkonsolidasi negatif serta MACD yang bergerak bearish. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan cenderung tertekan di perdagangan selanjutnya dengan support dan resistance di level 6.230-6.372," ungkapnya, Senin (25/1/2021).

Pelemahan Indeks komposit pekan lalu ditekan oleh saham-saham di sektor Pertambangan (-4.09%) dan Property (-2.60%) turun signifikan dengan saham ANTM (-6.8%) dan INCO (-5.9%) jatuh. Pelemahan ini akibat investor melakukan aksi ambil untung pasca penguatan signifikan hingga dianggap memasuki level overvalue secara valuasi.

"Pelemahan ekuitas global di akhir pekan menyeret optimisme investor setelah Joe Biden dikatakan tidak akan melunak dengan Tiongkok. Investor asing tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp69,83 miliar," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top