Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pacu Ekspansi, Mahkota Group (MGRO) Incar Laba Rp180 Miliar

MGRO membidik target penjualan sebesar Rp6 triliun pada tahun 2021. Adapun, target laba bersih yang ditetapkan adalah 2,5 hingga tiga persen dari penjualan atau Rp150 miliar hingga Rp180 miliar.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  13:38 WIB
Direktur Utama PT Mahkota Group Tbk Usli memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan dalam rangka penawaran umum perdana atau initial public Offering di Jakarta, Jumat (22/6/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Mahkota Group Tbk Usli memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan dalam rangka penawaran umum perdana atau initial public Offering di Jakarta, Jumat (22/6/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, MEDAN - Emiten perkebunan PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) akan melakukan ekspansi melalui peluncuran dua produk baru, yaitu palm kernel oil (PKO) dan olein pada 2021.

Direktur Utama Mahkota Group Usli Sarsi mengatakan perseroan juga akan menaikkan kapasitas produksi minyak sawit atau crude palm oil (CPO) maupun produk turunannya, Refined, Bleached and Deodorized Palm (RBDPO).

"Menaikkan kapasitas produksi menjadi kapasitas maksimal di semua pabrik, menambah lini produk baru yakni PKO dan olein serta tidak tertutup kemungkinan untuk ekspansi di sektor hulu yang potensial," kata Usli, Kamis (21/1/2021).

Usli menjelaskan, emiten ini membidik target penjualan sebesar Rp6 triliun pada tahun 2021. Sementara itu, target laba bersih yang ditetapkan adalah 2,5 hingga tiga persen dari penjualan atau Rp150 miliar hingga Rp180 miliar.

Target penjualan MGRO tahun 2021 naik hampir dua kali lipat dibandingkan target tahun 2020 sebesar Rp3,2 triliun. Hal ini sehubungan dengan tingginya harga sawit di pasar global.

Sebelumnya, pada acara virtual Public Expose yang dilaksanakan pada bulan November lalu, Usli menyatakan telah menyiapkan anggaran capital expenditure (capex) sekitar Rp250 hingga Rp300 miliar. Saat dikonfirmasi kembali, Usli menyatakan total anggaran dana capex belum dapat dipastikan karena dalam proses konsolidasi.

"Besaran capex masih dalam konsolidasi dengan semua entitas usaha," tambah Usli.

Adapun, hingga bulan Oktober 2020 MGRO mencatatkan penjualan untuk CPO sebesar 241.000 ton. Jumlah ini tumbuh 29 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar 186.000 ton.

Sementara itu, penjualan palm kernel mencapai 58.000 ton, naik 16 persen dibanding penjualan tahun 2019 sebesar 50.000 ton.

Total penjualan dan laba bersih yang dibukukan MGRO selama tahun 2020 masih belum dapat dipastikan karena sedang dalam proses audit.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo mahkota grup laba bersih Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top