Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BUMI Percaya Diri Margin Laba pada 2021 Lebih Tebal

Director & Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan bahwa harga batu bara global terus menunjukkan tren pemulihan sejak anjlok ke level rendah akibat sentimen pandemi Covid-19.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  14:38 WIB
Dileep Srivastava.  - bumiresource
Dileep Srivastava. - bumiresource

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan batu bara, PT Bumi Resources Tbk., memproyeksi kinerja margin tahun ini akan semakin tebal seiring dengan kenaikan harga batu bara global.

Director & Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan bahwa harga batu bara global terus menunjukkan tren pemulihan sejak anjlok ke level rendah akibat sentimen pandemi Covid-19.

Pada perdagangan Rabu (20/1/2021) harga batu bara Newcastle untuk kontrak Maret 2021 naik 0,18 persen ke posisi US$84,1 per ton. Pada pertengahan Januari, harga sempat menyentuh level US$91 per ton.

Sepanjang tahun berjalan 2021, harga batu bara Newcastle telah menguat 3,32 persen. Pergerakan tersebut menunjukkan tren pemulihan setelah batu bara sempat anjlok ke sekitar level US$50 per ton pada pertengahan 2020.

Di sisi lain, emiten berkode saham BUMI itu mematok cash cost di sekitar level US$30 per ton.

“Dengan demikian, harga batu bara saat ini dan kendali atas biaya akan membantu marjin kami lebih baik pada tahun ini,” ujar Dileep kepada Bisnis, Kamis (21/1/2021).

Sebagai gambaran, BUMI membukukan rugi yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$137,25 juta hingga kuartal III/2020. Pencapaian tersebut kontras dengan kinerja pada kuartal III/2019 yang berhasil mencetak laba yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$76,07 juta.

Sejalan dengan itu, BUMI juga membukukan penurunan pendapatan menjadi US$587,8 juta, turun 21,8 persen dari posisi US$751,85 juta pada kuartal III/2019.

Adapun, BUMI menargetkan volume produksi 2021 di kisaran 85 hingga 90 juta ton. Target tersebut lebih tinggi daripada estimasi produksi BUMI untuk setahun 2020 penuh di kisaran 83-84 juta ton.

Di lantai bursa, pada perdagangan Kamis (21/1/2021) hingga pukul 14.11 WIB, saham BUMI parkir di level Rp106 per saham, terkoreksi 6,19 persen. Sepanjang tahun berjalan 2021, saham BUMI telah menguat 43,24 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara bumi resources Grup Bakrie Kinerja Emiten harga batu bara
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top