Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Waskita Karya (WSKT) Berharap Divestasi Bisa Turunkan Beban Utang Hingga 50 Persen

Proses divestasi aset jalan tol emiten berkode saham WSKT itu pun menjadi harapan perseroan memperbaiki aliran kas.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  18:55 WIB
Gerbang Tol Brebes Barat, Jalan Tol Pejagan-Pemalang. Jalan tol ini sepanjang 57,5 kilometer ini dikelola oleh PT Pejagan Pemalang Toll Road. Jalan tol ini juga merupakan 1 dari 18 ruas tol yang konsesinya dimiliki Waskita Karya. - wtr.co.id
Gerbang Tol Brebes Barat, Jalan Tol Pejagan-Pemalang. Jalan tol ini sepanjang 57,5 kilometer ini dikelola oleh PT Pejagan Pemalang Toll Road. Jalan tol ini juga merupakan 1 dari 18 ruas tol yang konsesinya dimiliki Waskita Karya. - wtr.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk. memperkirakan beban utang perseroan bisa berkurang 40 persen hingga 50 persen pada tahun ini apabila divestasi 9 ruas jalan tol berakhir sukses.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan beban bunga pada tahun ini direncanakan berada pada kisaran Rp3 triliun – Rp4 triliun. Proses divestasi aset jalan tol emiten berkode saham WSKT itu pun menjadi harapan perseroan memperbaiki aliran kas.

“Kalau divestasi terjadi di 9 ruas tol itu, kami akan mengalami penurunan yang signifikan hampir 50 persen, antara 40 persen – 50 persen pada utang kami,” kata Destiawan pekan lalu.

Destiawan menyebut divestasi aset itu akan membuka peluang bagi perseroan memperbaiki cashflow dan menekan beban bunga yang memberati langkah perseroan.

Adapun, kondisi neraca keuangan WSKT kian tertekan akibat beban bunga pinjaman komersial jangka pendek sementara proyek investasi perseroan baru akan menghasilkan dalam jangka panjang.

Bahkan, gearing ratio Waskita Karya mencapai 2,43 kali pada akhir 2019 atau kian mendekati ambang batas covenant 3 kali.

“Konsekuensinya [bila melewati covenant] pasti perbankan juga akan berhenti memberikan fasilitas kepada Waskita karena rasio itu kan menjadi pertimbangan kondisi perseroan bagi perbankan,” jelas Destiawan.

Untuk menjaga level gearing ratio tersebut, Destiawan mengatakan pihaknya juga akan menjaga cashflow untuk proyek-proyek di masa depan.

Misalnya dari proyek pemerintah akan dikendalikan agar tidak sampai defisit dan pembayaran diupayakan lancar.

“Kalau kami punya 200 proyek, 60 persen saja cashflow positif maka akan mengurangi utang kami,” imbuh Destiawan sambil menambahkan penurunan utang akan membawa turun gearing ratio.

Berdasarkan laporan keuangan per kuartal III/2020, liabilitas jangka pendek WSKT tercatat senilai Rp38,79 triliun. Liabilitas itu termasuk utang usaha, utang bank jangka pendek, utang pajak, uang muka kontrak jangka pendek, utang perbankan, hingga utang obligasi jangka pendek.

Dalam perkembangan terbaru, Direktur Keuangan Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma mengatakan perseroan bersama anak usaha juga menempuh negosiasi dengan kreditur dalam rangka merestrukturisasi pinjaman.

Negosiasi itu termasuk untuk memberikan relaksasi atas kewajiban pembayaran baik yang telah jatuh tempo atau akan jatuh tempo, pemenuhan ketentuan rasio keuangan dan atau ketentuan lainnya di dalam perjanjian kredit,” tulis Taufik dalam keterbukaan informasi, Senin (11/1/2021).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

waskita karya divestasi Beban Utang
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top