Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Ini Dijagokan Raffi Ahmad hingga Ari Lasso, Bagaimana Kinerjanya?

Baru-baru ini, penyanyi Ari Lasso dan Raffi Ahmad yang terjun ke dunia pasar modal menjagokan saham yang sama, yakni PT M Cash Integrasi Tbk.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 05 Januari 2021  |  13:39 WIB
Musisi Ari Lasso - Instagram @ari_lasso
Musisi Ari Lasso - Instagram @ari_lasso

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah bertumbuhnya investor ritel, kalangan public figure pun ikut mengumbar portofolio saham mereka di media sosial.

Uniknya, baru-baru ini, penyanyi Ari Lasso dan Raffi Ahmad yang terjun ke dunia pasar modal menjagokan saham yang sama, yakni PT M Cash Integrasi Tbk.

Dalam akun instagramnya, Ari menyampaikan kita harus menyadari bahwa tidak selamanya penghasilan kita sama atau meningkat di masa depan seperti berada di usia keemasan karir.

"Terutama para musisi, milenial, pengusaha muda yang bisnisnya sedang melambat, atau juga para atlet," ungkapnya.

Ari mengakui salah satunya instrumen yang disukainya ialah berinvestasi di pasar saham. Di masa pandemi menurutnya ada satu saham yang luar biasa menarik, yakni PT M Cash Integrasi Tbk., kode saham MCAS.

"Dalam beberapa bulan ini signifikan banget kenaikannya," imbuhnya, sambil menunjukkan harga saham MCAS yang naik signifikan selama 6 bulan terakhir di layar ponselnya.

Di akhir video berdurasi 1 menit itu, Ari pun mengajak agar memiliki kesadaran berinvestasi dengan instrumen yang tepat untuk mempersiapkan masa depan.

"Oke selamat belajar tentang investasi. kita harus persiapkan masa depan kita," tutupnya.

View this post on Instagram

A post shared by Ari Lasso (@ari_lasso)

PT M Cash Integrasi Tbk. merupakan anak usaha PT Kresna Graha Investama Tbk. MCAS menjadi induk usaha untuk tiga perusahaan publik lain yang terafiliasi juga dengan KREN antara lain PT Telefast Indonesia Tbk. (TFAS), PT NFC Indonesia Tbk. (NFCX), dan PT Digital Mediatama Maxima Tbk. (DMMX).

Per September 2020, pendapatan neto MCAS mencapai Rp8,68 triliun. Nilai itu meningkat 10,32 persen year on year (yoy) dari Rp7,87 triliun pada September 2019.

Namun demikian, beban pokok juga membengkak menjadi Rp8,5 triliun dari sebelumnya Rp7,65 triliun. Laba kotor MCAS pun merosot menuju Rp175,94 miliar dari tahun sebelumnya Rp215,89 miliar.

Sementara itu, laba bersih MCAS mencapai Rp17,87 miliar. Nilai itu anjlok 81,2 persen yoy dari posisi Rp95,57 miliar per September 2019.

Total liabilitasnya sejumlah Rp552,38 miliar per September 2020, naik dari Rp512,08 miliar pada akhir 2019. Liabilitas jangka pendeknya Rp458,96 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp93,42 miliar.

Total ekuitas mencapai Rp1,29 triliun, turun dari sebelumnya Rp1,73 triliun. Total aset MCAS per September 2020 pun mencapai Rp1,85 triliun, turun dari Rp2,24 triliun per akhir 2019.

Hingga sesi I perdagangan Selasa (5/1/2021), saham MCAS naik 8,57 persen atau 360 poin menjadi Rp4.560. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp3,96 triliun.

Dari sisi valuasi, price to earning ratio (PER) cukup tinggi, yakni 166,08 kali. Dalam 6 bulan terakhir, saham MCAS melesat 235,29 persen.

Sebelumnya, dalam unggahan di media sosial Instagram @raffinagita1717, Senin (4/12/2021), Raffi mengaku baru pertama kali berinvestasi di saham. Dia menyebut, investasi di saham merupakan opsi untuk menghadapi masa-masa ketidakpastian di tengah pandemi.

“Dengan keadaan seperti ini kita harus bener-bener fight, apapun kita harus pelajari dengan perkembangan IT dan teknologi. Coba deh telusuri MCAS, ikutan kayak gue,” ujarnya.

Sepanjang 2020, saham MCAS sudah mencetak kenaikan 38,54 persen dan ditutup di level 3.990 pada 30 Desember 2020.

M Cash Integrasi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 1 November 2017 dengan harga IPO saat itu mencapai Rp1.385. Maka, sejak IPO hingga hari ini saham MCAS sudah naik 229,24 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi raffi ahmad rekomendasi saham kresna ari lasso
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top