Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

UEA: Pemulihan Permintaan Minyak Mulai Semester II/2021

Uni Emirat Arab optimistis dengan pemulihan permintaan minyak pada tahun 2021, tetapi mengatakan itu tidak akan segera terjadi.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 25 Desember 2020  |  13:49 WIB
Presiden Joko Widodo berjalan bersama Putra Mahkota Uni Emirat Arab Syeikh Mohammad bin Zayed Al-Nahyan di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/7/2019). - Bloomberg
Presiden Joko Widodo berjalan bersama Putra Mahkota Uni Emirat Arab Syeikh Mohammad bin Zayed Al-Nahyan di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/7/2019). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Uni Emirat Arab menyatakan permintaan minyak mentah yang merosot pada 2020 akibat pandemi Covid-19 diperkirakan baru pulih secara bertahap pada tahun depan

Mengutip Bloomberg, Uni Emirat Arab optimistis dengan pemulihan permintaan minyak pada tahun 2021, tetapi mengatakan itu tidak akan segera terjadi. Peluncuran vaksin virus corona dan peningkatan hubungan antara Amerika Serikat dan China kemungkinan akan meningkatkan permintaan minyak.

“Pemulihan akan bertahap, dan tidak akan terjadi dalam satu atau dua kuartal,” kata Menteri Energi Suhail Al-Mazrouei mengatakan kepada Sky News Arabia, dikutip Jumat (25/12/2020).

Harga minyak mengalami penurunan mingguan pertamanya sejak Oktober karena penemuan varian Covid-19 yang berpotensi menyebar lebih cepat di Inggris meningkatkan risiko penguncian lebih banyak permintaan energi.

UEA tidak khawatir tentang mutasi baru virus tersebut. “Saya tidak melihat adanya bahaya dari strain ini,” kata Al-Mazrouei. Menurutnya, sektor kesehatan global dapat menemukan solusi untuk virus ini.

Aliansi produsen minyak OPEC + telah berhasil mengurangi dampak penurunan permintaan, kata Al-Mazrouei, dan UEA berharap lebih banyak produsen akan bergabung di masa depan.

Sementara itu, ekspor Arab Saudi turun hampir seperempat pada bulan Oktober dari tahun sebelumnya, sebagian besar didorong oleh penurunan harga minyak global.

Ekspor turun menjadi 57,8 miliar riyal (US$15,4 miliar) dari 76,8 miliar riyal pada 2019, Otoritas Umum Statistik mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis. Pendapatan dari ekspor minyak turun 32,7 persen. selama periode yang sama.

Harga rata-rata minyak mentah Brent selama bulan Oktober turun sekitar 30 persen menjadi lebih dari US$41 per barel dari periode yang sama tahun sebelumnya. China adalah tujuan utama pengiriman Saudi, diikuti oleh India dan Uni Emirat Arab.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak harga minyak mentah uni emirat arab

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top