Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kiprah Budi Gunadi Sadikin dalam Pembentukan Holding RS BUMN

Pembentukan holding rumah sakit badan usaha milik negara (BUMN) menjadi salah satu prioritas dalam program yang dirancang kementerian BUMN.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 25 Desember 2020  |  14:37 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono pada Rakorpim di Kemenkes, Rabu, 23 Desember 2020 / Dok. Kemenkes
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono pada Rakorpim di Kemenkes, Rabu, 23 Desember 2020 / Dok. Kemenkes

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Kesehatan yang baru saja dilantik, Budi Gunadi Sadikin, ternyata tidak sepenuhnya asing dengan urusan kesehatan. Ketika menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN, Budi turut bertanggung jawab atas pembentukan holding rumah sakit pelat merah.

Seperti diketahui, pembentukan holding rumah sakit badan usaha milik negara (BUMN) menjadi salah satu prioritas dalam program yang dirancang kementerian yang dinahkodai oleh Erick Thohir tersebut.

Pasalnya, di luar bisnis intinya masing-masing, sejumlah BUMN tercatat memiliki portofolio bisnis di bidang medis, salah satunya untuk diversifikasi usaha dan sebagai layanan kesehatan bagi para pekerja perseroan.

BUMN yang memiliki bisnis rumah sakit tersebut antara lain PT Pertamina, PT Pelni, PT Aneka Tambang (Antam), PT Krakatau Steel, PT Pindad, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, PT Pelindo III, dan PT Semen Indonesia. Perusahaan pelat merah lain juga memiliki bisnis fasilitas kesehatan meski tak sebesar perseroan lain seperti PT Timah, PTPN III, PT Pelindo I dan PT Bukit Asam.

Kementerian BUMN pun mencanangkan pembentukan holding RS BUMN dengan mengintegrasikan seluruh RS milih perusahan-perusahaan pelat merah agar menjadi satu unit usaha yang bisa menjadi pemimpin pasar di industri kesehatan di Tanah Air.

Empat strategi yang akan ditempuh untuk merealisasikan pembentukan Holding RS BUMN. Langkah tersebut antara lain penyediaan layanan kesehatan berkualitas, peningkatan jaringan dan skala, pengembangan kapabilitas dan inovasi, serta integrasi dan kolaborasi ekosistem kesehatan nasional.

Adapun, percepatan pembentukan holding RS BUMN ini didelegasikan kepada Wakil Menteri BUMN I yakni Budi Gunadi Sadikin. Budi dipercaya Erick untuk menjadi penanggung jawab sejumlah klaster BUMN yakni klaster pupuk, pangan, perkebunan, kehutanan, energi, pertahanan, serta farmasi dan kesehatan.

Saat ini, pembentukan holding rumah sakit BUMN tekah memasuki fasi ketiga, menyusul perjanjian  kerja sama operasional PT Pertamina Bina Medika IHC dengan sejumlah RS BUMN lain.

Diketahui, PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika) IHC selaku holding rumah sakit BUMN pada Rabu (16/12/2020) melakukan penandatanganan kerja sama operasional dengan 34 RS BUMN yang dikelola oleh 18 perusahaan RS BUMN.

Fase ketiga dari pembentukan holding BUMN ini merupakan kelanjutan dari dua fase sebelumnya. Dengan melewati fase ini, landasan koordinasi operasional dan manajerial antar-RS pun telah tercipta.

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan apresiasinya kepada Budi atas percepatan di bidang farmasi dan kesehatan. Dia menyebut kerja keras Budi mendorong transformasi dalam klaster industri farmasi dan kesehatan.

Leboh lanjut dia menilai penunjukan Budi sebagai Menkes sebagai hal baik mengingat rencana program vaksinasi COVID-19 yang akan dijalankan pemerintah. Budi juga diketahui turut ambil bagian dalam Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.

"Beliau memiliki kompetensi dalam mewujudkan keberhasilan program vaksinasi COVID-19. Insya Allah beliau amanah, mampu memimpin serta mengakselerasi kemajuan kita semua dalam memulihkan kesehatan, dan mengakhiri pandemi COVID-19," ucap Erick dalam keterangan resminya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian bumn holding bumn
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top