Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Milik Lo Kheng Hong Ini Pede Tahun Depan Kinerja Lebih Moncer

Kendati pendapatan dan laba turun hingga kuartal III/2020, emiten milik Grup Indika dan Lo Kheng Hong PT Petrosea Tbk. mencatat gross profit margin yang lebih baik. Perseroan optimis tahun depan kinerja bakalpulih seiring dengan prospek yang lebih cerah.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 15 Desember 2020  |  15:57 WIB
Aktivitas kontrak pertambangan PT Petrosea Tbk. Anak usaha Indika Energy ini memiliki pengalaman 48 tahun di bidang kontraktor pertambangan. - petrosea.com
Aktivitas kontrak pertambangan PT Petrosea Tbk. Anak usaha Indika Energy ini memiliki pengalaman 48 tahun di bidang kontraktor pertambangan. - petrosea.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kontraktor pertambangan, PT Petrosea Tbk., optimistis kinerja perseroan secara keseluruhan dapat bertumbuh lebih baik pada 2021 dibandingkan dengan tahun ini. 

Presiden Direktur Petrosea Hanifa Indradjaya mengatakan bahwa pihaknya melihat prospek bisnis yang lebih cerah pada tahun depan sehingga perseroan memiliki ruang tumbuh lebih baik setelah mengalami tekanan pada tahun ini akibat pandemi Covid-19.

Dia pun menilai kendati perseroan mengalami penurunan pendapatan dan laba dibandingkan dengan tahun lalu, perseroan berhasil membukukan gross profit margin (GPM) yang lebih besar secara tahunan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham PTRO itu membukukan pendapatan sebesar US$249,92 juta hingga kuartal III/2020, turun 34 ,01 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$378,74 juta.

Sementara itu, PTRO mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$13 juta, terkoreksi 36,8 persen dibandingkan dengan kuartal III/2019 sebesar US$20,5 juta.

Namun, PTRO berhasil mencatatkan GPM sebesar 19 persen pada sembilan bulan pertama tahun 2020, dibandingkan dengan 15 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Dia mengatakan bahwa dengan perolehan tersebut membuktikan perseroan tahan banting di masa yang cukup sulit, sehingga peluang pemulihan cukup besar dan posisi yang sangat baik untuk segera pulih.

“Bayangkan perusahaan yang memiliki capital intensive dengan natural operating leverage yang juga tinggi bisa mendapatkan pencapaian itu di saat kondisi downturn. Apalagi jika backlog kontrak yang diyakini semakin tumbuh pada tahun depan,” ujar Hanafi saat paparan publik secara daring, pada Selasa (15/10/2020).

Adapun, Direktur Keuangan Petrosea Romi Novan Indrawan mengaku terdapat beberapa kontrak baru yang sudah mendekati final dan akan dikantongi perseroan pada akhir tahun ini atau awal 2021. 

Hal itu lah yang mendorong perseroan optimistis perolehan backlog atau kontrak di tangan pada tahun ini lebih baik daripada tahun lalu dan akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan ke depan..

Sebagai gambaran hingga Oktober 2020 saja, PTRO telah menggenggam backlog sebesar US$812 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perolehan kontrak di tangan sepanjang 2019 hanya sebesar US$500 juta.

“Kami berharap pertumbuhan ini tetap terjadi pada tahun depan dengan beberapa strategi yang akan dilakukan perseroan baik melalui intensifikasi klien yang sudah ada sekarang dan penambahan klien baru,” ujar Novan.

Selain itu, perseroan juga memiliki kontrak engineering, procurement, & construction (EPC) untuk proyek proyek tambang Awak Emas yang sampai saat ini dalam tahap Front End Engineering Design (FEED).

Untuk diketahui, pada 23 Maret 2020 lalu PTRO menandatangani perjanjian pemberian jasa FEED untuk proyek tambang emas Awak Mas senilai US$ 11,45 juta dengan masa 40 minggu dari tanggal kontrak.

Petrosea sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT Indika Energy Tbk. sebesar 69,80 persen. Investor kawakan Lo Kheng Hong juga memiliki porsi saham cukup signifikan, yaitu sebesar 15,01 persen. Adapun 13,5 persen lainnya dimiliki oleh publik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indika energy petrosea tbk lo kheng hong
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top