Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Aktivitas kontrak pertambangan PT Petrosea Tbk. Anak usaha Indika Energy ini memiliki pengalaman 48 tahun di bidang kontraktor pertambangan. / petrosea.com
Premium

Kala Emiten Batu Bara Melirik Emas

04 Desember 2020 | 06:09 WIB
Sejumlah emiten batu bara sedang menggencarkan diversifikasi bisnisnya, kendati komoditas emas hitam tersebut sedang menanjak harganya. Salah satu bentuk diversifikasi bisnis itu berupa pelebaran sayap ke bisnis pertambangan emas.

Bisnis.com, JAKARTA – Batu bara dan emas menjadi dua komoditas tambang yang cukup sering dibicarakan oleh pelaku pasar akhir-akhir ini. Hal itu tak lepas dari pergerakan harga kedua komoditas itu yang mengalami pergerakan yang cukup signifikan.

Harga emas baru-baru ini kembali mencatatkan kenaikan setelah sempat mengalami penurunan akibat optimisme pasar dari perkembangan vaksin Covid-19 kian tinggi.

Namun kepastian mengenai pengucuran stimulus di Amerika Serikat pada akhirnya mengangkat kembali harga emas yang sempat meninggalkan level US$1.800 per troy ounce. Meskipun, sejumlah analis memperkirakan kenaikan harga emas tersebut hanya akan berjalan sementara.

Di sisi lain, harga batu bara pun tengah menikmati masa bulan madunya. Pada perdagangan Rabu (2/12/2020) harga batu bara thermal di bursa Zhengzhou untuk kontrak Januari 2021 masih berada di zona hijau, menguat 3,75 persen ke level 697,4 yuan per ton. Sepanjang tahun berjalan 2020, harga telah naik hingga 17,47 persen.

Sementara itu, harga batu bara Newcastle kontrak Januari 2021 pada penutupan perdagangan Kamis (3/12/2020) berada di level US$74,3 per ton, naik 2,85 persen dari hari sebelumnya. Dalam enam bulan terakhir harga komoditas itu telah meroket hingga 16,24 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top