Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pefindo Masih Kantongi 20 Mandat Surat Utang Rp23,2 Triliun

Lebih dari separuh mandat berbentuk penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan rencana emisi senilai Rp12,48 triliun.
Logo PT Pemeringkat Efek Indonesia./Pefindo
Logo PT Pemeringkat Efek Indonesia./Pefindo

Bisnis.com, JAKARTA — Sebulan jelang tutup tahun PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) masih mengantongi 20 mandat penerbitan surat utang korporasi senilai Rp23,21 triliun.

Jumlah tersebut mengacu pada data Pefindo per 30 November 2020. Adapun, lebih dari separuh mandat berbentuk penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan rencana emisi senilai Rp12,48 triliun.

Kemudian diikuti medium term notes (MTN) Rp3,42 triliun, obligasi Rp2,15 triliun, dan sekuritisasi Rp2 triliun. Lalu ada PUB Baru dengan rencana emisi Rp1,5 triliun, surat utang jangka panjang dengan rencana emisi Rp650 miliar, sukuk senilai Rp500 miliar, dan surat berharga perpetual Rp500 miliar.

Jika dirinci berdasarkan sektor industri, sektor properti paling banyak yakni 3 perusahaan dengan nilai emisi Rp1,8 triliun. Namun, rencana emisi paling besar datang dari perusahaan sektor pulp and paper yakni Rp4,65 triliun oleh dua perusahaan.

Selanjutnya, rencana emisi di atas Rp2 triliun juga datang dari satu lembaga keuangan khusus yang memiliki rencana emisi Rp3,33 triliun. Ada pula satu perusahaan industri pembiayaan (Rp2,4 triliun), dan satu perusahaan infrastruktur (Rp2 triliun).

Kemudian, ada dua perusahaan perbankan dengan nilai emisi Rp2,70 triliun, dua perusahan konstruksi dengan nilai emisi Rp2,50 triliun, satu perusahaan jasa penggelaran fiber optic Rp1 triliun, dan dua perusahaan manufaktur dengan rencana emisi Rp800 triliun.

Sisanya masing-masing satu perusahaan sektor pertambangan (Rp500 miliar), perusahaan transportasi (Rp450 miliar), perusahaan holding company (Rp387 miliar), perusahaan distribusi minyak & gas (Rp375 miliar), dan perusahaan multifinance (Rp315 miliar).

Sementara itu, jika dilihat berdasarkan institusi, 8 dari 20 perusahaan yang akan merilis obligasi korporasi tersebut merupakan badan usaha milik negara (BUMN), sedangkan 12 sisanya non-BUMN.

Adapun, total nilai rencana emisi kedelapan perusahaan BUMN tersebut Rp12,18 triliun dari total rencana emisi Rp23,21 triliun dan sisa Rp10,03 triliun merupakan akumulasi nilai rencana emisi 12 perusahaan non-BUMN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper