Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pefindo Masih Kantongi 20 Mandat Surat Utang Rp23,2 Triliun

Lebih dari separuh mandat berbentuk penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan rencana emisi senilai Rp12,48 triliun.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 14 Desember 2020  |  16:04 WIB
Logo PT Pemeringkat Efek Indonesia. - Pefindo
Logo PT Pemeringkat Efek Indonesia. - Pefindo

Bisnis.com, JAKARTA — Sebulan jelang tutup tahun PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) masih mengantongi 20 mandat penerbitan surat utang korporasi senilai Rp23,21 triliun.

Jumlah tersebut mengacu pada data Pefindo per 30 November 2020. Adapun, lebih dari separuh mandat berbentuk penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan rencana emisi senilai Rp12,48 triliun.

Kemudian diikuti medium term notes (MTN) Rp3,42 triliun, obligasi Rp2,15 triliun, dan sekuritisasi Rp2 triliun. Lalu ada PUB Baru dengan rencana emisi Rp1,5 triliun, surat utang jangka panjang dengan rencana emisi Rp650 miliar, sukuk senilai Rp500 miliar, dan surat berharga perpetual Rp500 miliar.

Jika dirinci berdasarkan sektor industri, sektor properti paling banyak yakni 3 perusahaan dengan nilai emisi Rp1,8 triliun. Namun, rencana emisi paling besar datang dari perusahaan sektor pulp and paper yakni Rp4,65 triliun oleh dua perusahaan.

Selanjutnya, rencana emisi di atas Rp2 triliun juga datang dari satu lembaga keuangan khusus yang memiliki rencana emisi Rp3,33 triliun. Ada pula satu perusahaan industri pembiayaan (Rp2,4 triliun), dan satu perusahaan infrastruktur (Rp2 triliun).

Kemudian, ada dua perusahaan perbankan dengan nilai emisi Rp2,70 triliun, dua perusahan konstruksi dengan nilai emisi Rp2,50 triliun, satu perusahaan jasa penggelaran fiber optic Rp1 triliun, dan dua perusahaan manufaktur dengan rencana emisi Rp800 triliun.

Sisanya masing-masing satu perusahaan sektor pertambangan (Rp500 miliar), perusahaan transportasi (Rp450 miliar), perusahaan holding company (Rp387 miliar), perusahaan distribusi minyak & gas (Rp375 miliar), dan perusahaan multifinance (Rp315 miliar).

Sementara itu, jika dilihat berdasarkan institusi, 8 dari 20 perusahaan yang akan merilis obligasi korporasi tersebut merupakan badan usaha milik negara (BUMN), sedangkan 12 sisanya non-BUMN.

Adapun, total nilai rencana emisi kedelapan perusahaan BUMN tersebut Rp12,18 triliun dari total rencana emisi Rp23,21 triliun dan sisa Rp10,03 triliun merupakan akumulasi nilai rencana emisi 12 perusahaan non-BUMN.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi pefindo surat utang
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top