Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OPEC+ Atasi Ketidakpastian, Harga Minyak Kian Memanas

Harga minyak naik setelah OPEC+ mencapai kesepakatan kompromi dengan menawarkan sesuatu bagi anggota yang khawatir tentang kerapuhan pasar.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 05 Desember 2020  |  08:57 WIB
Tangki penyimpanan minyak di California, Amerika Serikat - Bloomberg/David Paul Morris
Tangki penyimpanan minyak di California, Amerika Serikat - Bloomberg/David Paul Morris

Bisnis.com, JAKARTA -- Harga minyak mentah kembali mencatatkan kenaikan pada minggu kelima dengan dukungan dari OPEC+ dan harapan untuk putaran stimulus AS lainnya.

Dilansir melalui Bloomberg, kontrak berjangka di New York dan London ditutup pada level tertinggi baru selama sembilan bulan terakhir pada Jumat (4/12/2020), dengan tanda-tanda momentum baru menuju rencana stimulus fiskal yang dapat memberikan dorongan permintaan segera, sebelum vaksin virus corona tersedia secara luas.

Harga minyak naik setelah OPEC+ mencapai kesepakatan kompromi dengan menawarkan sesuatu bagi anggota yang khawatir tentang kerapuhan pasar, serta negara-negara yang ingin memompa lebih banyak minyak mentah untuk memanfaatkan harga yang lebih tinggi.

Perjanjian tersebut melibatkan penambahan 500.000 barel produksi per hari ke pasar bulan depan, mereka akan mengadakan pertemuan bulanan untuk memutuskan langkah selanjutnya.

"Pada awal minggu, ada kekhawatiran bahwa tidak akan ada stimulus, dan sekarang tampaknya setidaknya akan ada bantuan terbatas dan cukup untuk membuat perbedaan di AS," kata Michael Lynch, presiden Strategis Riset Energi & Ekonomi, seperti dikutip melalui Bloomberg, Sabtu (5/12).

Sementara itu, anggota OPEC+ tampaknya berpegang pada gagasan untuk menurunkan produksi, meskipun keputusan itu tidak seperti yang diharapkan secara luas, tambahnya.

Minyak baru-baru ini mencapai level tertinggi sejak Maret di tengah optimisme atas peluncuran vaksin yang akan datang tahun depan.

Bersamaan dengan kenaikan harga minyak mentah utama, kurva minyak berjangka menandakan pasokan yang lebih ketat karena permintaan di Asia meningkat pesat dan pasar utama Laut Utara menguat.

Minyak mentah Brent bergerak mundur minggu ini, sementara kontrak terdekat Desember diperdagangkan pada level yang lebih tinggi daripada kontrak yang sama untuk Desember 2022.

Josh Graves, ahli strategi pasar senior di RJ O'Brien & Associates LLC, mengatakan fakta bahwa negara-negara Asia telah keluar dari situasi penurunan permintaan selama beberapa bulan, adalah satu titik terang

"Tren ini kemungkinan akan terus berlanjut dan menjadi pendorong tunggal terbesar untuk permintaan setidaknya dalam jangka pendek," katanya.

Sementara Demokrat dan Republik telah mengalami kebuntuan selama berbulan-bulan selama putaran lain dari stimulus fiskal AS, tanda-tanda kemajuan telah memberikan reli pada pasar yang lebih luas.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan dia dan Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell telah membahas untuk pelampiran langkah-langkah bantuan ketagihan pengeluaran omnibus (omnibus spending bill) yang sedang dikerjakan kedua partai secara terpisah untuk menjaga agar pemerintah tetap memiliki sumber dana setelah 11 Desember hingga 2021.

Sementara itu, reli harga minyak mentah utama tidak memberikan tanda baik di sejumlah sudut pasar minyak dunia.

Kilang minyak Eropa yang berada di situasi sulit sedang mengupayakan untuk membebankan biaya yang lebih tinggi kepada pembeli karena mereka menghadapi permintaan bahan bakar yang lemah akibat pandemi.

Di AS, margin penyulingan gabungan untuk bensin dan solar tetap mendekati US$9 per barel, pada level terendah dalam kira-kira satu dekade terakhir pada periode akhir tahun seperti sekarang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak minyak opec minyak mentah
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top