Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Prospek Vaksin Covid-19 Makin Cerah, Bursa Asia Ditutup di Zona Hijau

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (23/11/2020) indeks Shanghai Composite China terpantau naik 0,9 persen dan indeks S&P/ASX 200 Asutralia juga menguat 0,5 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 23 November 2020  |  14:18 WIB
Prospek Vaksin Covid-19 Makin Cerah, Bursa Asia Ditutup di Zona Hijau
Bursa Saham Korea Selatan. - Seong Joon Cho / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia ditutup menguat seiring dengan kejelasan perkembangan vaksin virus corona dan tanda-tanda pemulihan ekonomi global.

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (23/11/2020) indeks Shanghai Composite China terpantau naik 0,9 persen dan indeks S&P/ASX 200 Asutralia juga menguat 0,5 persen.

Selanjutnya, indeks Kospi Korea Selatan juga ditutup dengan hasil positif setelah melesat 1,8 persen. Kenaikan ini ditopang oleh data perdagangan Negeri Ginseng yang berada diatas ekspektasi.

Penguatan bursa di Asia didorong oleh kabar bahwa vaksinasi Covid-19 di Amerika Serikat diperkirakan akan dimulai dalam waktu kurang dari tiga pekan ke depan. Hal ini diungkapkan oleh kepala program pemerintah federal.

Dengan kasus virus corona dan angka kematian yang masih melonjak di banyak negara di dunia dan infeksi harian mendekati rekor tertinggi di AS, investor tetap fokus pada data uji coba vaksin yang menjanjikan.

Selain kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap pemulihan global, perselisihan antara pemerintahan Trump dan Federal Reserve mengenai fasilitas pinjaman darurat telah membuat investor khawatir.

"Ada banyak antusiasme atas berita vaksin dan memang demikian. Begitu kita bisa mendapatkan sesuatu yang sangat efektif didistribusikan secara luas, semakin cepat kita bisa kembali ke kehidupan normal," ungkap analis Wells Fargo Asset Management, Brian Jacobsen, seperti dikutip Bloomberg.

"Masalahnya, dari sudut pandang kami. Kita harus melewati musim dingin dan ini menyiapkan diri untuk sejumlah kejutan ekonomi yang merugikan," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top