Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

2021, Panin AM Prediksi Kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap Ada di Level Wajar

Penurunan suku bunga acuan, dinilai sebagai sentimen positif untuk reksa dana pendapatan tetap. Namun, mengingat yield SUN saat ini sudah di level wajar maka peluang kenaikannya akan lebih terbatas.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 22 November 2020  |  15:43 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia dinilai sebagai katalis positif untuk prospek reksa dana pendapatan tetap hingga akhir tahun, namun tidak untuk tahun 2021 mendatang.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto meramal imbal hasil (yield) obligasi pemerintah bakal berada di level wajar yakni 5,8 persen – 6 persen pada 2021.

Penurunan suku bunga acuan, dianggapnya sebagai sentimen positif untuk reksa dana pendapatan tetap. Namun, mengingat yield SUN saat ini sudah di level wajar maka peluang kenaikannya akan lebih terbatas.

Dengan asumsi yield saat ini adalah 6,2 persen, dia memperkirakan kinerja reksa dana hanya akan berada di level 5 persen – 8 persen karena sangat sulit mengulangi kinerja tahun ini yang diperkirakan antara 8 persen – 10 persen.

“Potensi kenaikan harga untuk SUN (Surat Utang Negara) terbatas, tapi begitu pula dengan risiko penurunannya. Jadi, harganya akan lebih stabil,” ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (20/11/2020).

Sementara untuk obligasi korporasi, Rudiyanto menilik adanya tantangan likuiditas sehingga kemungkinan tingkat kuponnya masih akan bersaing.

Di sisi lain, dia menilai suku bunga acuan masih berpotensi untuk kembali dipangkas jika nilai tukar rupiah terus menguat.

“Jika rupiah di atas Rp14 ribuan, maka peluangnya lebih kecil [pemangkasan suku bunga],” sambungnya.

Berdasarkan website resminya, total dana kelolaan Panin AM khusus untuk produk reksa dana pendapatan tetap adalah sebesar Rp1,48 triliun. Angka tersebut setara 12,27 persen total asset under management (AUM) milik Panin AM hingga akhir Oktober 2020.

Rudiyanto menjelaskan angka tersebut memang menurun dibandingkan dengan capaian pada Desember tahun lalu yang menyentuh angka Rp2,3 triliun.

“Karena ada pengalihan dari reksa dana pendapatan tetap ke campuran oleh nasabah institusi yang jumlahnya cukup besar,” jelasnya.

Panin AM menekankan pihaknya tidak memasang target perolehan AUM secara spesifik untuk tiap produk reksa dana yang dikelolanya. Namun, lebih lanjut, pihaknya bakal mencoba untuk mencapai AUM hingga Rp15 triliun pada tahun mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia yield suku bunga acuan reksa dana
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top