Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Di Tengah Cekcok Kemenkeu AS-The Fed, Pasar Asia Menguat Tipis

Pada Jumat (20/11/2020), indeks Topix Jepang ditutup menguat sebesar 0,1 persen, indeks Shanghai Composite China juga terpantau naik 0,4 persen, dan indeks Hang Seng Hong Kong berbalik menguat 0,3 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 20 November 2020  |  14:33 WIB
Bursa Asia -  Bloomberg.
Bursa Asia - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA – Mayoritas bursa Asia ditutup di zona hijau dengan penguatan tipis menyusul perselisihan antara Kementerian Keuangan AS dan The Fed terkait fasilitas pinjaman darurat.

Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (20/11/2020), indeks Topix Jepang ditutup menguat sebesar 0,1 persen, indeks Shanghai Composite China juga terpantau naik 0,4 persen, dan indeks Hang Seng Hong Kong berbalik menguat 0,3 persen.

Selanjutnya, indeks Kospi Korea Selatan juga ditutup dengan hasil positif setelah naik 0,24 persen. Sebaliknya, indeks ASX 200 Australia ditutup terkoreksi sebesar 0,1 persen

Perhatian investor tertuju pada pernyataan Menteri keuangan AS Steven Mnuchin. Ia mengatakan, anggaran stimulus yang tidak terpakai sebaiknya diarahkan untuk hal lain untuk meningkatkan pemulihan ekonomi AS. Hal ini termasuk dana yang ia tarik dari bank sentral AS, The Fed.

Sebelumnya, Mnuchin juga telah meminta The Fed untuk mengembalikan dana yang awalnya digunakan untuk program pinjaman di masa pandemi virus corona. Hal tersebut kemudian mendapat tentangan dari The Fed, yang menyatakan program tersebut vital bagi pemulihan perekonomian negara Paman Sam.

Virginie Maisonneuve, chief executive of MGA Consulting mengatakan, penyelesaian konflik antara Kementerian Keuangan AS dan The Fed di sisa tahun ini menjadi amat penting. Ia mengatakan, pasar berpotensi bereaksi negatif terhadap likuiditas yang terancam turun.

Sementara itu, Presiden AS terpilih, Joe Biden, menyerang pemerintahan Donald Trump yang kurang aktif dalam proses perpindahan kekuasaan. Hal ini dinilai menghambat upaya yang dilakukan oleh tim transisi Biden untuk mendapatkan informasi terkini terkait pandemi virus corona.

Optimisme investor yang membuat pasar global melesat pada Senin lalu mulai mereda seiring dengan kenaikan jumlah kasus positif virus corona dan mandeknya pembahasan paket stimulus AS.

Negara Bagian California di AS kini mulai memberlakukan jam malam hampir di seluruh wilayahnya. Sementara itu, Perdana Menteri Korea Selatan dan Jepang meminta warganya untuk tetap waspada dan menjalankan protokol kesehatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia Kebijakan The Fed Pilpres AS 2020

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top