Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Underperform Terlalu Jauh, Saham Raksasa Properti Mulai Siuman

Berdasarkan perhitungan valuasi, saham properti saat ini banyak yang diperdagangkan pada level diskon 70 persen terhadap NAV (Net Asset Value).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 19 November 2020  |  13:23 WIB
Pengunjung mengambil gambar maket kawasan Millenium Village milik PT Lippo Karawaci Tbk di Tangerang, Banten, Sabtu (25/3). - JIBI/Dedi Gunawan
Pengunjung mengambil gambar maket kawasan Millenium Village milik PT Lippo Karawaci Tbk di Tangerang, Banten, Sabtu (25/3). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham emiten properti dan konstruksi bangunan mulai bangkit setelah tertinggal cukup jauh di sepanjang tahun berjalan.

Berdasarkan data Bloomberg, 3 saham emiten properti masuk ke dalam 5 besar saham dengan kenaikan signifikan atau top gainers pada akhir sesi I perdagangan Kamis (19/11/2020).

Saham PT Agung Podomoro Tbk. (APLN) melesat 23,33 persen menjadi Rp148 per saham disusul oleh saham PT Lippo Karawaci Tbk.(LPKR) yang naik 14,18 persen menjadi Rp153 per saham.

Selanjutnya saham PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) menempati posisi kelima top gainers dengan laju kenaikan 11,34 persen menjadi Rp216 per saham.

Tak ketinggalan, saham PT Intiland Development Tbk. (DILD) juga ikut tumbuh 9,70 persen menjadi Rp181 per saham.

Adapun, indeks saham properti, real estat, dan kontruksi bangunan merupakan indeks saham dengan performa terburuk secara year-to-date (ytd).

Tercatat performa indeks JAKPROP tergerus 29,65 persen sejak awal tahun atau underperform dari IHSG yang penurunannya sebesar 11,32 persen.

Analis Ciptadana Sekuritas Yasmin Soulisa menuliskan dalam riset terbarunya bahwa pandemi Covid-19 sangat memukul pasar properti pada 2020.

Walaupun sektor properti sungguh kelam pada tahun ini, Yasmin meyakini pemulihan akan terjadi pada 2021 ditopang oleh prospek pemulihan ekonomi.

“Kendati permintaan di masa depan tampak belum terlalu kuat, tapi kami perkirakan penjualan rumah akan rebound pad 2021 seiring dengan masyarakat berencana membeli properti,” tulis Yasmin.

Ciptadana Sekuritas mempertahankan posisi overweight untuk saham properti melihat sejumlah katalis positif pada 2021.

Berdasarkan perhitungan valuasi, saham properti saat ini banyak yang diperdagangkan pada level diskon 70 persen terhadap NAV (Net Asset Value).

Yasmin pun memilih LPKR dan SMRA sebagai top picks dari segmen residensial serta saham BEST dan SSIA dari segmen kawasan industri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti rekomendasi saham emiten properti
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top