Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produsen Enervon-C Siap Jual Obat Covid-19 Remdesivir

Presiden Direktur Darya-varia Laboratoria Jose Sumpaico Romana mengatakan perusahaan akan memasok obat Covid-19 remdesivir.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 16 November 2020  |  14:45 WIB
Remdisivir produksi Darya Varia - Istimewa
Remdisivir produksi Darya Varia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten farmasi yang memproduksi sejumlah merek terkenal seperti Enervon-C, Natur-E, dan Neozep, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA) menyatakan siap memasok produk remdesivir ke Indonesia.

Presiden Direktur Darya-varia Laboratoria Jose Sumpaico Romana mengatakan perusahaan akan memasok remdesivir. Langkah itu diambil seiring dengan upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia.

“Perseroan akan meluncurkan produk remdesivir pada kuartal keempat tahun 2020,” ungkap Jose dalam paparan publik, Jumat (13/11/2020).

Lebih lanjut, Bob Barrera dari divisi Prescription Health Group Darya-varia Laboratoria mengatakan perseroan terus mencari cara untuk membantu mengatasi penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Disamping meluncurkan produk remdesivir, perseroan juga berusaha mempercepat pendaftaran produk vitamin dan mineral untuk sistem kekebalan tubuh dan berupaya menemukan produk lainnya yang dapat membantu mengatasi pandemi.

“Serta tidak menutup pintu untuk peluang yang ada termasuk vaksin,” ungkap Bob dalam kesempatan yang sama.

Sebagai informasi, Remidia adalah merk dagang remdesivir yang dijual oleh perseroan. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai produk ini.

Namun terlihat dari tampilan luar, Remidia terlihat sudah mendapatkan pengakuan dari Biosciences Federation (BSF), sebuah komunitas bioscience yang berhubungan dengan riset dan pengajaran.

Untuk diketahui, remdesivir dipercaya mampu menghambat replikasi virus Covid-19 di dalam organ tubuh manusia.

Adapun, penggunaannya hanya diperuntukkan bagi pasien Covid-19 dengan kondisi kritis ditandai dengan tingkat saturasi oksigen di bawah 94 persen dan sedang menjalani perawatan dengan ventilator mekanik.

Pada awal Oktober, emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) dan PT Indofarma Tbk. (INAF) sudah lebih dahulu mengumumkan pemasaran dan distribusi remdesivir bekerjasama dengan perusahaan farmasi asal india.

KLBF bersama dengan PT Amarox Pharma Global (Amarox) mengumumkan telah menjalin kerjasama untuk pendistribusian produk Covifor merek dagang remdesivir oleh Hetero Healthcare yang dijual dengan harga Rp1,5 juta per vial.

INAF bekerjasama dengan Mylan Laboratories Limited untuk mendistribusikan remdesivir dengan merk dagang Desrem yang dijual lebih murah yakni Rp1,3 juta per vial.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten farmasi darya varia Remdesivir
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top