Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham BBCA Paling Banyak Dilego, BBHI Cetak Kenaikan Tertinggi

CT Corp diketahui berencana mengakuisisi BBHI melalui PT Mega Corpora, perusahaan milik pengusaha nasional tersebut dalam pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Senin (2/11/2020). 
Logo CT Corpora di salah satu sudut Menara Bank Mega, Jakarta Selatan./CTCorp
Logo CT Corpora di salah satu sudut Menara Bank Mega, Jakarta Selatan./CTCorp

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana taipan Chairul Tanjung atau CT untuk mengakuisisi PT Bank Harda Internasional Tbk. (BBHI) membuat sahamnya mencetak kenaikan tertinggi selama sepekan terakhir.

Dikutip dari data mingguan Bursa Efek Indonesia (BEI), BBHI mencetak kenaikan sebesar 91,03 persen dari level Rp156 pada hari perdagangan terakhir pekan lalu Selasa (27/10/2020) menjadi Rp298 pada penutupan perdagangan kemarin Jumat (6/11/2020). 

CT diketahui berencana mengakuisisi BBHI melalui PT Mega Corpora, perusahaan milik pengusaha nasional tersebut dalam pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Senin (2/11/2020). 

Dalam akuisisi ini, pemegang saham mayoritas emiten dengan kode saham BBHI tersebut, yakni PT Hakimputra Perkasa akan menjual 3,08 miliar saham atau 73,71 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan kepada PT Mega Corpora.

BBHI dan PT Hakimputra Perkasa sebagai penjual telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli saham dengan PT Mega Corpora sebagai pihak yang akan mengambilalih, pada 16 Oktober 2020.

“Tujuan pengendalian untuk mendukung kebijakan perbankan di Indonesia dan mengembangkan perseroan untuk menjadi bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku baik dari segi operasional maupun permodalan," terang perseroan.  

Selama sepekan terakhir, saham BBHI memang aktif ditransaksikan oleh broker Mega Capital Sekuritas yang banyak melakukan beli bersih, Lotus Andalan Sekuritas yang banyak melakukan jual bersih, dan MNC Sekuritas yang juga banyak melakukan jual bersih.

Di sisi lain, saham PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE) tercatat sebagai saham dengan penurunan paling signifikan selama sepekan terakhir dengan pelemahan sebesar 28,93 persen ke level Rp995 dari Rp1.400.

Berdasarkan nilai transaksi, emiten perbankan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang juga mengalami penguatan 8,81 persen selama sepekan ini menjadi saham dengan nilai transaksi paling besar di bursa.

Nilai transaksi saham BBCA selama sepekan terakhir adalah Rp4,44 triliun, diikuti dengan emiten perbankan lainnya yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp3,72 triliun.

Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas masih mengukuhkan dirinya sebagai broker teraktif pada pekan ini dengan total nilai transaksi perdagangan sebesar Rp8,84 triliun, diikuti dengan Mandiri Sekuritas dengan total nilai transaksi perdagangan sebesar Rp6,17 triliun pada pekan ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper