Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham BBCA Paling Banyak Dilego, BBHI Cetak Kenaikan Tertinggi

CT Corp diketahui berencana mengakuisisi BBHI melalui PT Mega Corpora, perusahaan milik pengusaha nasional tersebut dalam pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Senin (2/11/2020). 
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 07 November 2020  |  15:04 WIB
Logo CT Corpora di salah satu sudut Menara Bank Mega, Jakarta Selatan. - CTCorp
Logo CT Corpora di salah satu sudut Menara Bank Mega, Jakarta Selatan. - CTCorp

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana taipan Chairul Tanjung atau CT untuk mengakuisisi PT Bank Harda Internasional Tbk. (BBHI) membuat sahamnya mencetak kenaikan tertinggi selama sepekan terakhir.

Dikutip dari data mingguan Bursa Efek Indonesia (BEI), BBHI mencetak kenaikan sebesar 91,03 persen dari level Rp156 pada hari perdagangan terakhir pekan lalu Selasa (27/10/2020) menjadi Rp298 pada penutupan perdagangan kemarin Jumat (6/11/2020). 

CT diketahui berencana mengakuisisi BBHI melalui PT Mega Corpora, perusahaan milik pengusaha nasional tersebut dalam pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Senin (2/11/2020). 

Dalam akuisisi ini, pemegang saham mayoritas emiten dengan kode saham BBHI tersebut, yakni PT Hakimputra Perkasa akan menjual 3,08 miliar saham atau 73,71 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan kepada PT Mega Corpora.

BBHI dan PT Hakimputra Perkasa sebagai penjual telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli saham dengan PT Mega Corpora sebagai pihak yang akan mengambilalih, pada 16 Oktober 2020.

“Tujuan pengendalian untuk mendukung kebijakan perbankan di Indonesia dan mengembangkan perseroan untuk menjadi bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku baik dari segi operasional maupun permodalan," terang perseroan.  

Selama sepekan terakhir, saham BBHI memang aktif ditransaksikan oleh broker Mega Capital Sekuritas yang banyak melakukan beli bersih, Lotus Andalan Sekuritas yang banyak melakukan jual bersih, dan MNC Sekuritas yang juga banyak melakukan jual bersih.

Di sisi lain, saham PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE) tercatat sebagai saham dengan penurunan paling signifikan selama sepekan terakhir dengan pelemahan sebesar 28,93 persen ke level Rp995 dari Rp1.400.

Berdasarkan nilai transaksi, emiten perbankan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang juga mengalami penguatan 8,81 persen selama sepekan ini menjadi saham dengan nilai transaksi paling besar di bursa.

Nilai transaksi saham BBCA selama sepekan terakhir adalah Rp4,44 triliun, diikuti dengan emiten perbankan lainnya yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp3,72 triliun.

Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas masih mengukuhkan dirinya sebagai broker teraktif pada pekan ini dengan total nilai transaksi perdagangan sebesar Rp8,84 triliun, diikuti dengan Mandiri Sekuritas dengan total nilai transaksi perdagangan sebesar Rp6,17 triliun pada pekan ini. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ct corp konglomerasi Bank Harda
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top