Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Buana Lintas (BULL) dan Samudera Indonesia (SMDR) Angkat Sauh

Dua emiten pelayaran yakni BULL dan SMDR mampu mencatatkan kinerja yang positif pada kuartal ketiga dan optimistis mampu mempertahankannya hingga kuartal akhir 2020.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 05 November 2020  |  17:31 WIB
Kapal tanker BULL Kangean, salah satu armada PT Buana Lintas Lautan Tbk.  - bull.co.id
Kapal tanker BULL Kangean, salah satu armada PT Buana Lintas Lautan Tbk. - bull.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) dan PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) mampu mencetak kinerja cemerlang pada sembilan bulan periode berjalan 2020.

Buana Lintas Lautan membukukan pendapatan US$144,67 juta pada kuartal III/2020. Realisasi itu naik 93,38 persen dari US$74,81 juta periode yang sama tahun lalu.

Dengan pendapatan itu, BULL mampu mencetak pertumbuhan laba bersih 219,73 persen secara year on year (yoy). Jumlah yang dikantongi naik dari US$12,77 juta menjadi US$40,83 juta.

Sementara itu, Samudera Indonesia membukukan pendapatan US$362,09 juta per 30 September 2020. Pencapaian itu naik 21,44 persen dari US$319 juta per kuartal III/2019. SMDR mampu membalikkan keadaan dengan mencetak laba bersih US$5,26 juta pada kuartal III/2020. Posisi itu berbalik dari rugi bersih US$21,44 juta periode 30 September 2019.

Direktur Utama Buana Lintas Lautan Wong Kevin mengatakan perseroan mampu menjaga kinerja pada kuartal III/2020 karena 80 persen—90 persen dari pendapatan berasal dari kontrak. Selain itu, terdapat penambahan kapal.

“Sampai dengan akhir tahun, kami bisa menjaga kinerja juga didukung faktor musiman yang mana tarif sewa kapal tanker selalu tertinggi pada kuartal IV atau rerata 114 persen lebih tinggi dari kuartal III sejak 2016,” ujarnya kepada Bisnis, dikutip Kamis (5/11/2020).

BULL melaporkan pembelian sembilan kapal selama sembilan bulan 2020. Secara keseluruhan, kapasitas tonase efektif armada naik dari 1,04 juta DWT menjadi 2,15 juta DWT. Adapun, jumlah kapal tanker perseroan naik dari 19 kapal menjadi 34 kapal. Rata-rata pendapatan time charter equivalent (TCE) untuk semua segmen kapal tanker BULL naik seiring dengan diversifikasi usaha.

Kontribusi pendapatan TCE perseroan dari pasar internasional naik dari sekitar 15 persen pada kuartal III/2019 menjadi 35 persen—40 persen per 30 September 2020. Selain itu, tingkat harga TCE untuk kapal tanker berukuran long range 2 (LR2) dan handy sized rerata meningkat 60,4 persen dan 22,4 persen pada kuartal III/2020.

Secara terpisah, Direktur Utama Samudera Indonesia Bani M. Mulia mengatakan faktor paling penting yang mendongkrak kinerja perseroan pada kuartal III/2020 adalah penyesuaian dengan kondisi pasar. SMDR melakukan penyesuaian kapasitas angkut sesuai dengan fluktuasi yang ada di masing-masing rute serta melakukan efisiensi operasional.

“Kami berhasil membukukan laba bersih yang baik juga karena tahun lalu kami melepaskan kapal yang tidak memberikan kontribusi positif sebagai bagian dari program peremajaan kapal. Hal ini rencananya akan terus kami lakukan dan kami yakin langkah tersebut akan membawa efek positif,” jelasnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Bani berharap kondisi itu bisa bertahan sampai dengan akhir 2020. SMDR menargetkan menutup tahun ini dengan posisi laba yang baik.

“Kami akan mencermati kapan waktu yang terbaik untuk melakukan peremajaan kapal, menjual kapal yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan, dan membeli kapal yang lebih efisien karena menggunakan teknologi baru,” imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal Kinerja Emiten emiten pelayaran samudera indonesia buana lintas lautan
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top