Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terdampak Pandemi, Kalbe Farma (KLBF) Pangkas Target Kinerja

Kalbe Farma (KLBF) semula menargetkan pertumbuhan pendapatan 6-8 persen. Namun, pengaruh dari pandemi Covid-19 membuat Kalbe Farma berhitung ulang dengan memasang target pendapatan 4-6 persen.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  17:50 WIB
Kantor PT Kalbe Farma Tbk. - kalbe
Kantor PT Kalbe Farma Tbk. - kalbe

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. merevisi target pertumbuhan kinerja keuangan periode 2020 seiring dengan dampak pandemi Covid-19. 

Berdasarkan keterangan resmi Kalbe Farma, Jumat (30/10/2020), emiten bersandi saham KLBF itu menargetkan pertumbuhan penjualan bersih 4-6 persen sepanjang tahun ini. Adapun perolehan laba bersih diproyeksi tumbuh 8-10 persen.

Pada Mei 2020 lalu, Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan perseroan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 6-8 persen dan pertumbuhan laba bersih 5-6 persen dengan asumsi kenaikan penjualan selama periode Lebaran.

Tak lama berselang, pada Agustus lalu, Vidjongtius akhirnya merevisi target pertumbuhan penjualan menjadi 4 persen sampai 6 persen untuk kinerja keseluruhan tahun 2020 dengan harapan kondisi Covid-19 tidak semakin memburuk.

“Target pertumbuhan kita 4 - 6 persen, dan harapan untuk ke enam persen itu tetap masih ada,” ungkap Vidjongtius dalam webinar bersama Samuel Sekuritas, Selasa (11/8/2020).

Kala itu, Direktur Keuangan Kalbe Farma Bernadus Karmin Winata menyatakan segmen penjualan obat resep memang menjadi tantangan besar perseroan di masa awal penyebaran pandemi karena berkurangnya pasien yang mengunjungi klinik dan rumah sakit.

“Kita memperhitungkan di awal Juli dan Agustus sudah ada peningkatan, target [pertumbuhan segmen penjualan obat resep] mungkin maksimum 2 persen jika keadaan jauh membaik,” ujar Bernadus saat itu.

Per September 2020, segmen obat resep masih menjadi satu-satunya segmen penjualan perseroan yang mencatatkan kinerja negatif sebesar 3,71 persen secara tahunan.

Di sisi lain, emiten yang tergabung dalam anggota indeks Bisnis-27 tersebut juga mempertahankan anggaran belanja modal sebesar Rp1 triliun yang akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi.

Perseroan juga mengumumkan rasio pembagian dividen dipertahankan pada rasio 45 persen hingga 55 persen dengan memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan pendanaan internal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten kalbe farma
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top