Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pendapatan Tumbuh, Mengapa Laba Gudang Garam (GGRM) Tergerus?

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per September 2020, emiten berkode saham GGRM tersebut membukukan penurunan laba bersih sebesar 22,03 persen secara tahunan menjadi Rp5,65 trilun.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  17:18 WIB
Jajaran direksi PT. Gudang Garam Tbk. Heru Budiman (kedua kanan), bersama Slamet Budiono (kanan), Herry Susianto (kiri), dan Istata Taswin Siddharta (kedua kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers RUPS, di Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/6/2019). - ANTARA/Prasetia Fauzani
Jajaran direksi PT. Gudang Garam Tbk. Heru Budiman (kedua kanan), bersama Slamet Budiono (kanan), Herry Susianto (kiri), dan Istata Taswin Siddharta (kedua kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers RUPS, di Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/6/2019). - ANTARA/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. mencatatkan penurunan laba bersih kendati pendapatannya bertumbuh hingga kuartal ketiga tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per September 2020, emiten berkode saham GGRM tersebut membukukan penurunan laba bersih sebesar 22,03 persen secara tahunan menjadi Rp5,65 trilun.

Meskipun demikian, pendapatan perseroan meningkat tipis 2,02 persen menjadi Rp83,37 triliun hingga periode akhir kuartal ketiga tahun ini.

Usut punya usut, penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh kenaikan biaya pokok penjualan sebesar 6,68 persen secara tahunan menjadi Rp70,39 triliun.

Bisnis Gudang Garam sendiri masih ditopang oleh penjualan segmen sigaret kretek mesin (SKM). Segmen tersebut berkontribusi 91,25 persen terhadap pendapatan perusahaan hingga periode September 2020 sementara angka tersebut naik 1,59 persen dibandingkan periode September 2019.

Di sisi lain, segmen sigaret kretek tangan (SKT) menyumbang 7,65 persen omzet perseroan hingga periode September 2020. Penjualan SKT juga naik 10,06 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun, liabilitas perseroan menurun 26,57 persen dibandingkan periode akhir tahun 2019 menjadi Rp20,35 triliun, sejalan dengan kenaikan ekuitas 11,09 persen dibandingkan periode akhir tahun 2019 menjadi Rp56,58 triliun.

Hal ini membuat total aset perseroan tergerus 2,18 persen dibandingkan capaian akhir tahun 2019 menjadi Rp76,93 triliun.

Terakhir, kas dan setara kas akhir periode Gudang Garam naik 60,35 persen secara tahunan menjadi Rp5,55 triliun akibat kenaikan kas bersih dari aktivitas operasi dan laba kurs yang diperoleh dari kas dan setara kas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten rokok Kinerja Emiten gudang garam
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top