Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 27 Oktober 2020

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 25 poin pada perdagangan hari ini, Selasa (27/10/2020). Kinerja tersebut menjadi penguatan mingguan kelima secara beruntun.
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Live Timeline

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat meguat 25 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp14.625 per pada perdagangan hari ini, Selasa (27/10/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berhasil berbalik arah setelah pada awal perdagangan melemah. Rupiah dibuka di level Rp14.669 dan bergerak di rentang Rp14.625 hingga Rp14.669. Indeks dolar di sisi lain turun 0,07 persen 0,07 persen ke level 92,9830.

Penguatan rupiah juga bersamaan dengan tren serupa di Asia. Mata uang Asia mayoritas menguat terhadap dolar AS, dipimpin won Korea dan dolar Taiwan yang menguat 0,20 persen.

Penguatan rupiah pada hari ini merupakan penguatan mingguan kelima secara beruntun. Untuk diketahui, rupiah sudah  menguat empat pekan. Dalam rentang waktu 2 Oktober hingga 23 Oktober 2020, penguatan nilai rupiah berkisar antara 27 poin hingga 165 poin.

Adapun dalam dua sesi pekan ini, rupiah menguat dua hari secara beruntun. Depanjang pekan ini, sesi perdagangan hanya berlangsung selama dua hari (26-27 Oktober) karena pemerintah menetapkan cuti bersama pada 28 Oktober dan 30 Oktober menyusul hari libur nasional pada 29 Oktober, yaitu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra sebelumnya mengatakan dalam empat pekan terakhir rupiah menguat, ditopang oleh mulai kembalinya para investor asing ke pasar Indonesia.

Dia mengatakan, bergairahnya para investor asing disebabkan oleh prospek vaksin Covid-19 yang akan segera disalurkan dalam waktu dekat. Hal itu tercermin dari aksi beli bersih atau net buy investor asing di pasar saham senilai Rp128 miliar kemarin.

"Kemungkinan pergerakan besok [Selasa]  berada di kisaran Rp14.600 - Rp14.750," ujarnya kepada Bisnis, Senin (26/10/2020).

Meski demikian, Ariston mengatakan, tren kenaikan rupiah masih cenderung terbatas. Hal tersebut disebabkan oleh lonjakan kasus positif virus corona pada beberapa wilayah di dunia.

Lebih lanjut, kabar simpang siur terkait kejelasan paket stimulus AS juga menghambat laju penguatan nilai rupiah.Ketidakpastian tersebut membuat para pelaku pasar masih memilih untuk memegang dolar AS.

"Mereka cenderung menahan diri masuk ke Indonesia karena masih banyak ketidakpastian dari luar," tambahnya.

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat 10 poin ke posisi Rp14.650 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi di saat dolar AS menguat terhadap mata uang utama dunia. Indeks dolar tercatat menguat 0,21 persen menjadi 92,9610.

15:09 WIB
Pukul 15.00 WIB : Mantap! Rupiah Ditutup Menguat

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 25 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp14.625 per. Indeks dolar di sisi lain turun 0,07 persen 0,07 persen ke level 92,9830. Penguatan rupiah pada hari ini merupakan penguatan mingguan kelima secara beruntun.

13:45 WIB
Pukul 13.21 WIB : Rupiah Berbalik Menguat

Nilai tukar rupiah berbalik menguat tipis 3,5 poin ke level Rp14.646,5 per dolar AS. Indeks dolar di sisi lain turun 0,15 persen ke posisi 92,9030.

13:42 WIB
Pukul 13.21 WIB: Rupiah Menguat 3 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 3,5 poin atau 0,02 persen ke level Rp14.646 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,151 poin atau 0,16 persen ke level 92,894 pada pukul 13.29 WIB.

11:26 WIB
Pukul 12.11 WIB : Rupiah Melemah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 17,5 poin atau 0,12 persen ke level Rp14.667,5. Rupiah dibuka di level Rp14.669 dan bergerak di rentang Rp14.667,5 hingga Rp14.669.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper