Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ditekan GGRM, Indeks Bisnis-27 Berbalik Melemah

Indeks hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia dan harian Bisnis Indonesia tersebut ditutup melemah 0,71 persen atau 3,18 poin ke level 447,482.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  15:34 WIB
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 menutup perdagangan Selasa (20/10/2020) berbalik ke zona merah setelah menguat selama dua hari berturut-turut.

Setelah dibuka pada level 450,25 indeks hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia dan harian Bisnis Indonesia tersebut ditutup melemah 0,71 persen atau 3,18 poin ke level 447,482. Sepanjang perdagangan indeks bergerak di kisaran 445,787 hingga 451,374.

Padahal, pada perdagangan sebelumnya, Senin (19/10/2020), indeks Bisnis-27 masih melanjutkan tren penguatannya ditutup menguat 0,82 persen atau 3,66 poin ke level 450,657.

Dari 27 anggota konstituen indeks, 17 saham melemah, 7 saham lainnya berhasil menguat, sedangkan 3 saham sisanya tidak bergerak daripada posisi pada perdagangan sebelumnya. 

Adapun, pelemahan dipimpin oleh emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) terpantau menjadi saham dengan persentase pelemahan harga tertinggi di antara semua anggota indeks Bisnis-27 dengan penurunan sebesar 5,86 persen ke level Rp40.550.

Pelemahan saham emiten rokok dan tembakau ini terpantik isu penundaan pengumuman kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang mundur dari jadwal yang telah ditentukan. 

Selain itu, saham emiten pelat merah PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) juga terpantau melemah bersama dengan GGRM dengan penurunan masing-masing 1,95 persen dan 1,88 persen.

Di sisi lain, saham-saham grup Astra berhasil mengisi jajaran top gainers di antara konstituen indeks Bisnis-27. Penguatan dipimpin oleh PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik 3,5 persen ke level Rp5.175 dan diikuti oleh saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang menguat 1,02 persen ke Rp22.275.

Sejalan dengan indeks Bisnis-27, indeks harga saham gabungan (IHSG) parkir di level 5.099,782, turun 0,52 persen atau 26,49 poin. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 5.080,954 hingga 5.135,08.

Dari keseluruhan konstituen IHSG, hanya 112 saham berhasil menguat, 318 saham melemah, dan 157 saham lainnya tidak bergerak daripada posisi perdagangan sebelumnya.

Total transaksi di lantai bursa hingga akhir perdagangan mencapai 10,24 miliar saham, dengan nilai Rp9,07 triliun. Adapun investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 183,87 miliar.

Pergerakan Saham-Saham Indeks Bisnis-27
KodeEmitenPerubahan (persen)
ACESAce Hardware Indonesia Tbk.0,63
ADROAdaro Energy Tbk.-0,82
ASIIAstra International Tbk.3,5
BBCABank Central Asia Tbk.-1,61
BBNIBank Negara Indonesia (Persero) Tbk.-1,64
BBRIBank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.-0,91
BMRIBank Mandiri (Persero) Tbk.-0,88
CPINCharoen Pokphand Indonesia Tbk-0,41
EXCLXL Axiata Tbk.-1,88
GGRMGudang Garam Tbk.-5,86
ICBPIndofood CBP Sukses Makmur Tbk.-5,67
INDFIndofood Sukses Makmur Tbk.-1,75
INKPIndah Kiat Pulp & Paper Tbk.0,58
INTPIndocement Tunggal Prakarsa Tbk.0,84
JSMRJasa Marga (Persero) Tbk.-1,08
KLBFKalbe Farma Tbk.-0,32
MIKAMitra Keluarga Karyasehat Tbk.-0,75
MYORMayora Indah Tbk.0
PGASPerusahaan Gas Negara Tbk.-1,88
PTBABukit Asam Tbk.-1,95
PWONPakuwon Jati Tbk.-0,99
SMGRSemen Indonesia (Persero) Tbk.3,27
TKIMPabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.-0,41
TLKMTelekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.-1,48
TOWRSarana Menara Nusantara Tbk.0
UNTRUnited Tractors Tbk.1,02
UNVRUnilever Indonesia Tbk.1,27

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI indeks bisnis27
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top