Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembahasan Stimulus Mengambang, Wall Street Kembali Melemah

Indeks S&P 500 ditutup melemah 0,15 persen. Indeks Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite juga terkoreksi masing-masing 0,07 persen dan 0,47 persen.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  05:26 WIB
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. -  Michael Nagle / Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat terkoreksi tipis berkat kenaikan saham-saham perbankan pada penutupan perdagangan Kamis (15/10/2020).

Dilansir dari Bloomberg, Wall Street berhasil memangkas kerugian seiring langkah pelaku pasar menunggu perkembambangan kesepakatan stimulus di tengah kasus infeksi virus corona yang terus bertambah di seluruh dunia.

Indeks S&P 500 ditutup melemah 0,15 persen. Indeks Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite juga terkoreksi masing-masing 0,07 persen dan 0,47 persen.

Indeks S&P 500 keluar dari posisi terendah pada akhir aesi berkat rebound saham-saham perbankan yang mengalami aksi jual dalam dua sesi terakhir.

Ketua House of Representative Nancy Pelosi mengatakan kepada Partai Demokrat bahwa paket stimulus Covid-19 tidak akan menunggu hingga Januari 2021 karena dia dijadwalkan melakukan panggilan telepon lagi dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin. 

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dia akan memberikan stimulus lebih dari US$1,8 triliun untuk membantu pemulihan perekonomian AS dari dampak pandemi. 

Pasar saham merosot kemarin karena kota-kota di besar di Eropa melakukan pembatasan sosial untuk menekan laju penyebaran virus. Hal itu menambah kekhawatiran bahwa pembatasan lebih lanjut dapat menyebabkan lebih banyak penderitaan terhadap ekonomi global.

Pemerintah di seluruh dunia memang tengah bergulat untuk merancang strategi bagaimana memperlambat penyebaran virus tanpa menghancurkan perekonomian. 

David Spika, Presiden GuideStone Capital Management mengatakan pelaku pasar masih dilanda ketidakpastian. "Jadi kami pikir  tepat  saat pelaku pasar melakukan konsolidasi dalam beberapa sesi," ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg.

Berikut perkembangan pasar terkini :

Saham

  • S&P 500 turun 0,2 persen pada jam 4 sore. 
  • Indeks Stoxx Europe 600 merosot 2,1 persen.
  • MSCI Asia Pacific Index turun 1,1 persen.

Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg naik 0,4 persen.
  • Euro merosot 0,4 persen menjadi $ 1,1704.
  • Pound Inggris turun 0,9 persen menjadi $ 1,2897.
  • Yen Jepang melemah 0,2 persen menjadi 105,42 per dolar.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi 10-tahun AS naik kurang dari satu basis poin menjadi 0,73 persen.
  • Imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman turun tiga basis poin menjadi -0,61 persen.
  • Imbal hasil obligasi 10-tahun Inggris merosot empat basis poin menjadi 0,18 persen.

Komoditas

  • Indeks Komoditas Bloomberg naik 0,6 persen.
  • Minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,1 persen menjadi $ 41,01 per barel.
  • Emas menguat 0,3 persen menjadi $ 1,907.49 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street stimulus
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top