Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anak Usaha BUMI, BRMS Belum Tentukan Harga Pelaksanaan HMETD

CEO sekaligus Direktur Utama Bumi Resources Minerals Suseno Kramadibrata mengatakan bahwa belum mengumumkan harga pelaksanaan PMHMETD
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 08 Oktober 2020  |  11:14 WIB
Fasilitas pengolahan bijih emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS). - Istimewa
Fasilitas pengolahan bijih emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan, PT Bumi Resources Minerals Tbk., belum memutuskan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

CEO sekaligus Direktur Utama Bumi Resources Minerals Suseno Kramadibrata mengatakan bahwa belum mengumumkan harga pelaksanaan PMHMETD karena saat ini perseroan tengah melengkapi dokumentasi yang diperlukan berdasarkan peraturan pasar modal yang ada terkait dengan transaksi tersebut.

“Kami percaya bahwa kami harus mempertimbangkan beberapa faktor penting sebelum penentuan harga termasuk komitmen dari para pembeli siaga. Kedua, penutupan rata-rata harga saham BRMS secara historis. Ketiga, masukan berharga dari para pemegang saham BRMS yang ada saat ini. Dan keempat, komitmen kami untuk mematuhi peraturan pasar modal yang ada,” ujar Suseno seperti dikutip dari keterangan resminya, Rabu (7/10/2020).

Untuk diketahui, emiten berkode saham BRMS itu akan menggelar rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 24 miliar saham seri B baru yang berasal dari saham portepel yang memiliki nilai nominal Rp50 per saham.

Selain itu, BRMS juga berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 24,5 miliar waran seri II yang menyertai penerbitan saham baru tersebut.

Manajemen Bumi Resources Mineral menjelaskan bahwa seluruh dana yang dihimpun dari aksi tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha.

Hal itu meliputi pembangunan pabrik emas dan perak kapasitas produksi 4.000 ton per hari di Palu, pembangunan fasilitas pendukung tambahan, pembelian peralatan penambangan, dan pengeboran detail terkait penambahan cadangan bijih emas dan perak di Palu, serta penambahan cadangan bijih tembaga, emas, dan perak di Gorontalo.

Selain itu, dana akan digunakan pelunasan tagihan usaha terkait pelaksanaan konstruksi pabrik pengolahan bijih emas dan perak dengan kapasitas produksi 500 ton per hari dari kegiatan operasi prospek River Reef di Palu dan pengembangan prospek bijih emas dan perak di Motomboto, Gorontalo yang telah dibayarkan oleh induk usaha, PT Bumi Resources, Tbk (BUMI).

Kemudian, dana juga akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja untuk kegiatan operasional terkait dengan proyek tambang emas dan perak yang dioperasikan oleh PT Citra Palu Minerals dan proyek tambang tembaga, emas dan perak yang dioperasikan oleh PT Gorontalo Minerals.

“Hal ini diharapkan dapat berdampak terhadap kenaikan volume produksi emas dan peningkatan jumlah cadangan bijih emas di masa mendatang,’ papar Suseno.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

right issue Grup Bakrie bumi resources minerals
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top