Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aksi Grup Bakrie: Setelah Private Placement, Bumi Resources Mineral (BRMS) Gelar Rights Issue

BRMS akan menggelar rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 24 miliar saham seri B baru.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  10:19 WIB
Fasilitas pengolahan bijih emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS). - Istimewa
Fasilitas pengolahan bijih emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan, PT Bumi Resources Mineral Tbk., berencana akan menggelar aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten berkode saham BRMS itu akan menggelar rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 24 miliar saham seri B baru yang berasal dari saham portepel dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Selain itu, BRMS juga berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 24,5 miliar waran seri II yang menyertai penerbitan saham baru tersebut.

Manajemen Bumi Resources Mineral menjelaskan bahwa seluruh dana yang dihimpun dari aksi tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha.

Hal itu meliputi pembangunan pabrik emas dan perak kapasitas produksi 4.000 ton per hari di Palu, pembangunan fasilitas pendukung tambahan, pembelian peralatan penambangan, dan pengeboran detail terkait penambahan cadangan bijih emas dan perak di Palu, serta penambahan cadangan bijih tembaga, emas, dan perak di Gorontalo.

Selain itu, dana akan digunakan pelunasan tagihan usaha terkait pelaksanaan konstruksi pabrik pengolahan bijih emas dan perak dengan kapasitas produksi 500 ton per hari dari kegiatan operasi prospek River Reef di Palu dan pengembangan prospek bijih emas dan perak di Motomboto, Gorontalo yang telah dibayarkan oleh induk usaha, PT Bumi Resources, Tbk (BUMI).

Kemudian, dana juga akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja untuk kegiatan operasional terkait dengan proyek tambang emas dan perak yang dioperasikan oleh PT Citra Palu Minerals dan proyek tambang tembaga, emas dan perak yang dioperasikan oleh PT Gorontalo Minerals.

Pada perdagangan Selasa (6/10/2020) hingga pukul 9.56 WIB, harga saham BRMS berada di posisi Rp56. Jika rights issue dilakukan dengan asumsi harga saat ini, maka BRMS berpeluang mendapatkan dana segar Rp1,34 triliun.

Perseroan memperkirakan rencana PMHMETD dapat meningkatkan produksi emas dan perak dari kegiatan operasi di Palu, dan menambah cadangan bijih emas, perak dan tembaga dari kegiatan operasi Perseroan di Gorontalo dan Palu.

“Dengan demikian, Hal tersebut diharapkan dapat berdampak positif terhadap kinerja keuangan Perseroan serta memperkuat kinerja operasional dan struktur permodalan Perseroan. Pada akhirnya rencana ini diharapkan dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan,” tulis Manajemen Bumi Resources Minerals seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (6/10/2020).

Adapun, perseroan berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 November 2020 untuk meminta restu dari pemegang saham terkait rencana aksi korporasi ini.

Di sisi lain, belum lama ini BRMS menggelar aksi private placement untuk melunasi kewajiban hutangnya dengan Wexler Capital Pte. Ltd. (Wexler) melalui transaksi konversi hutang menjadi saham. Nilai pinjaman tersebut sebesar US$52 juta atau sekitar Rp729 miliar.

Kala itu, BRMS menerbitkan 8,68 miliar saham seri B dengan harga penerbitan Rp84 per saham.

Catatan Redaksi: Artikel ini mengalami perubahan konten di bagian nilai Rp50 per saham menjadi nilai nominal Rp50 per saham. Nilai nominal atau par tersebut tidak mencerminkan harga pelaksanaan PMHMETD. Mohon maaf atas kekeliruan yang terjadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

right issue Grup Bakrie bumi resources minerals emiten tambang
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top