Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Emiten Infrastruktur Telko Milik Sandiaga Uno Rancang Surat Utang Rp10,44 Triliun

Dana hasil penerbitan akan digunakan oleh perseroan untuk disalurkan kepada entitas anak melalui pinjaman antar perushaan dan atau penyertaan modal. 
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  17:48 WIB
Tower telekomunikasi milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk - Istimewa
Tower telekomunikasi milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten menara telekomunikasi, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk., tengah merancang penerbitan surat utang atau notes dalam denominasi dolar Amerika Serikat.

Tower Bersama Infrastructure mengatakan akan menerbitkan surat utang dengan nilai sebanyak-banyaknya US$700 juta. Penerbitan akan dilakukan satu kali atau dalam serangkaian penerbitan.

Adapun, Tower Bersama Infrastructure memperkirakan penerbitan global notes itu setara dengan Rp10,44 triliun dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia Rp14.918 per dolar Amerika Serikat pada 30 September 2020.

Emiten berkode saham TBIG itu mengungkapkan dana hasil penerbitan notes akan digunakan oleh perseroan untuk disalurkan kepada entitas anak melalui pinjaman antar perushaan dan atau penyertaan modal. 

Selain itu, dana segar juga akan digunakan melakukan pelunasan kewajiban utang yang jatuh tempo dan pembayaran dipercepat atas utang perseroan.

“[Dana hasil penerbitan] atau untuk membiayai rencana ekspansi usaha pada masa yang akan datang dan menunjang kebutuhan pendanaan perseroan dan kelompok entitas anak secara umum,” tulis Manajemen TBIG melalui keterbukaan informasi, Selasa (6/10/2020).

Penerbitan itu menurut perseroan masuk ke dalam transaksi material. Oleh karena itu, perseroan akan meminta restu rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 12 November 2020.

Rencananya, notes akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura. Saat ini, perseroan juga masih memiliki outstanding surat utang berdenominasi global yang akan jatuh tempo pada 2022 dan 2025.

TBIG memiliki global notes US$350 juta dengan jatuh tempo pada 10 Februari 2022. Selanjutnya, global notes senilai US$350 juta jatuh tempo pada 21 Januari 2025 dan global notes US$300 juta telah dilunasi pada Mei 2017.

Ketiga instrumen itu telah dicatatkan di Bursa Efek Singapura. Oleh karena itu, perseroan berkeyakinan emisi selanjutnya akan dilakukan di tempat yang sama.

“Pencatatan notes di Bursa Efek Singapura akan memberikan kepercayaan pasar terkait pemenuhan persyaratan pencatatan di Bursa Efek Singapura,” jelas Manajemen TBIG.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang tower bersama infrastructure
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top