Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WIKA Rancang Surat Utang Hingga Rp5 Triliun, Ini Alasannya

Direktur Keuangan Wijaya Karya Ade Wahyu mengatakan bahwa perseroan akan menerbitkan penawaran umum berkelanjutan obligasi dan sukuk dengan target nilai mencapai Rp5 triliun yang akan dilakukan dalam dua tahap.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 30 September 2020  |  18:34 WIB
Panel modular siap dikirim menggunakan kapal laut untuk kebutuhan renovasi kamps eks pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Kepulauan Riau. - WIKA Gedung
Panel modular siap dikirim menggunakan kapal laut untuk kebutuhan renovasi kamps eks pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Kepulauan Riau. - WIKA Gedung

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten konstruksi, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., tengah merancang penerbitan surat utang mencapai Rp5 triliun sebagai upaya perseroan merefinancing obligasi jatuh tempo.

Direktur Keuangan Wijaya Karya Ade Wahyu mengatakan bahwa perseroan akan menerbitkan penawaran umum berkelanjutan obligasi dan sukuk dengan target nilai mencapai Rp5 triliun yang akan dilakukan dalam dua tahap.

“Penerbitan PUB Obligasi dan Sukuk akan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama ditargetkan pada kuartal IV/2020 dan tahap kedua pada kuartal 1/2021,” ujar Ade Wahyu kepada Bisnis, Rabu (30/9/2020).

Ade menjelaskan penerbitan surat utang tersebut dalam rangka upaya perseroan untuk refinancing global komodo bond perseroan yang akan jatuh tempo pada Januari 2021 sebesar Rp5,4 triliun.

Tidak hanya itu, sebagian hasil penggalangan dana tersebut rencananya juga akan digunakan emiten berkode efek WIKA itu untuk modal kerja perseroan.

Adapun, Ade mengatakan bahwa alasan perseroan memilih kedua instrumen tersebut sebagai upaya perseroan menghimpun dana karena obligasi dan sukuk merupakan alternatif investasi yang baik bagi para investor di tengah situasi pandemi saat ini.

Dengan demikian, rencana penerbitan ini pun diyakini dapat terserap dengan baik.

Di sisi lain, lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, belum lama ini telah memangkas rating utang WIKA seiring dengan penurunan kinerja perusahaan pada kuartal II/2020 dan ketidakpastian pemberian stimulus dari pemerintah.

Laporan Fitch pada Senin (14/9/2020) menyatakan, peringkat emiten konstruksi pelat merah tersebut diturunkan dari BB menjadi BB-. Fitch juga menurunkan peringkat nasional program obligasi jangka panjang dari AA- menjadi A.

Pemangkasan rating tersebut menyusul diturunkannya Standalone Credit Profile (SCP) perusahaan menjadi b- dari sebelumnya bbb-. Seluruh rating WIKA juga dimasukkan pada Rating Watch Negatif (RWN).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi BUMN wijaya karya
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top