Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pengendara melintasi jalan Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu), di kawasan Cipinang, Jakarta Timur./Antara- Risky Andrianto/nz - 17
Premium

Utang Menumpuk, BUMN Karya Berburu Kolektor Jalan Tol

23 September 2020 | 08:55 WIB
Tiga emiten karya yakni Waskita (WSKT), Pembangun Perumahan (PTPP) dan Wijaya Karya (WIKA) mencari investor yang tertarik berinvestasi ke jalan tol. Siapa yang paling dekat dengan realisasi penjualan?

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya terus berpacu dengan waktu untuk mewujudkan rencana divestasi aset sebagai penawar nyeri di masa pandemi sekaligus modal menyongsong periode 2021 yang diestimasi lebih baik.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) menjadi salah satu BUMN karya yang paling berpacu untuk melakukan divestasi asetnya tahun ini. Hal itu diperlukan untuk menurunkan rasio utang atau leverage yang sudah menggunung.

Per akhir semester I/2020, WSKT memiliki liabilitas bersih sebesar Rp86,88 triliun, sedangkan ekuitas sebesar Rp25,82 triliun. Dari situ, maka posisi net debt to equity (DER) perseroan tercatat sebesar 3,36x, meningkat dibandingkan posisi akhir 2019 di level 2,89x. Di atas keberlakuan umum 3x. 

Perseroan masih berusaha merealisasikan sejumlah rencana divestasi asetnya guna menurunkan beban utang tersebut. Salah satu aset terdepan yang akan dilego WSKT adalah kepemilikannya di PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM).

Perusahaan ini merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengelola Tol Bekasi-Cakung-Kampung Melayu atau Becakayu. Perseroan memiliki kepemilikan 99,7 persen atas KKDM secara tidak langsung melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road (WTR).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top