Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ikut Reli Bursa Global, Wall Street Menguat pada Awal Perdagangan

Indeks Dow Jones Indsutrial Average menguat 1,59 persen ke level 27.604,86 pada awal perdagangan, sedangkan indeks S&P 500 menguat 1,6 persen, sedangkan indeks Nasdaq Composite menguat 1,53 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 September 2020  |  20:53 WIB
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat mengikuti reli bursa global pada awal perdagangan hari ini, Senin (28/9/2020), setelah bursa Eropa menguat paling tajam dalam tiga pekan karena rebound emiten perbankan.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Indsutrial Average menguat 1,59 persen ke level 27.604,86 pada awal perdagangan, sedangkan indeks S&P 500 menguat 1,6 persen, sedangkan indeks Nasdaq Composite menguat 1,53 persen.

Sementara itu, indeks Stoxx europe 600 menguat 2 persen, indeks MSCI Asia Pacific naik 1,1 persen, sedangkan indeks MSCI Emerging Market juga naik 1,1 persen.

Produsen mobil memimpin penguatan indeks S&P 500 lebih tinggi karena investor menemukan peluang membeli saham setelah aksi jual yang membawa indeks ke level terendah sejak Juli pekan lalu.

Penguatan tersebut menyusul komentar dari Nissan Motor Co. bahwa perusahaan menargetkan meraih laba pada tahun 2021.

Saham Uber Technologies Inc. menguat setelah hakim memutuskan bahwa aplikasi transportasi online tersebut diijinkan beroperasi di London. Saham HSBC Holdings Plc menguat 12 persen setelah pemegang saham mayoritas meningkatkan kepmilikan saham.

Kepala investasi BlueBay Asset Management Mark Dowding mengatakan sulit bagi investor untuk bersikap sangat bearish pada saat ini.

“Saat kita melihat ke tahun 2021, pertumbuhan akan lebih kuat, kebijakan akan tetap mendukung pengeluaran fiskal lebih lanjut. Vaksin juga diharapkan dapat digunakan dan kehidupan kembali mendekati normal pada pertengahan tahun depan," ungkap Dowding, seperti dikutip Bloomberg.

Data ekonomi yang lebih kuat dari China juga mengangkat sentimen investor. Data selama akhir pekan menunjukkan laba industri di perusahaan China tumbuh selama empat bulan berturut-turut pada Agustus.

Kenaikan Indeks Stoxx 600 Eropa sangat luas, sebuah tanda bahwa optimisme akan kembali setelah minggu lalu, ketika patokan ekuitas turun terbesar sejak Juni. ArcelorMittal SA naik karena Cleveland-Cliffs Inc. setuju untuk membeli operasinya di AS.

Terlepas dari penguatan hari ini, ekuitas global tetap berada di jalur penurunan bulan pertama sejak Maret setelah investor melepas kepemilikan saham teknologi serta kekhawatiran mengenai kebangkitan kembali virus corona yang dapat mengancam maskapai penerbangan dan peritel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top