Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bila Pajak Dipangkas, Harga Properti Disebut Bisa Turun 10 Persen

Bila usulan pemangkasan pajak pertambahan nilai (PPN) dikabulkan pemerintah, PT Ciputra Development Tbk. menilai hal itu akan berdampak langsung terhadap harga properti.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 21 September 2020  |  01:06 WIB
Ciputra World 2, Jakarta. Proyek ini merupakan salah satu besutan proyek mixed use PT Ciputra Development Tbk. - ciputradevelopment.com
Ciputra World 2, Jakarta. Proyek ini merupakan salah satu besutan proyek mixed use PT Ciputra Development Tbk. - ciputradevelopment.com

Bisnis.com, JAKARTA – Usulan pemberian keringanan pajak properti diyakini akan memberi dampak positif baik bagi konsumen maupun perusahaan-perusahaan terkait.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Tulus Santoso menyatakan, pemotongan pajak properti akan memberikan efek positif dalam beberapa hal. Pemangkasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dinilai akan berdampak langsung kepada harga beli yang dibayarkan.

“Ini akan membuat harga properti menjadi lebih atraktif bagi pembeli di tengah kondisi saat ini karena harganya akan lebih murah 10 persen,” ungkapnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (20/9/2020).

Tulus melanjutkan, keringanan tersebut diyakini dapat mendongkrak angka penjualan properti perusahaan. Pihaknya pun mendukung rencana ini untuk terealisasi.

Di sisi lain, keringanan Pajak Penghasilan (PPh) akan cukup membantu perusahaan untuk menjaga arus kasnya. Pasalnya, sejumlah perusahaan properti yang memiliki portofolio mal cukup merasakan efek negatif dari pandemi virus corona.

Guna menggenjot angka prapenjualan, CTRA akan melakukan upaya-upaya yang berfokus pada end-user. Hal tersebut mencakup promosi secara digital, pengembangan konsep produk, serta kajian pasar yang komprehensif.

Sementara itu, Tulus juga menambahkan, pembangunan klaster-klaster baru pada proyek perusahaan masih terus berjalan. Ia mengatakan sejauh ini timeline penyelesaian klaster-klaster tersebut masih sesuai dengan jadwal.

Adapun marketing sales CTRA hingga semester I//2020 tercatat sebesar Rp412 miliar dari target baru perusahaan yang telah ditetapkan sebesar Rp4,5 triliun.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida berharap pemerintah dapat memberikan stimulus untuk sektor properti.

Pemberian insentif ini  berupa penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final Sewa Tanah & Bangunan sebesar 10 persen menjadi 5 persen selama masa pandemi atau untuk jangka waktu 12–18 bulan. Selain itu, penurunan tarif PPh Final Jual Beli Tanah & Bangunan sebesar 2,5 persen menjadi 1 persen selama masa pandemi atau untuk jangka waktu 12–18 bulan.

Kemudian, penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen menjadi 5 persen selama masa pandemi atau untuk jangka waktu antara 12–18 bulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciputra properti Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top