Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Potensi Asing Kembali ke Pasar SBN Dinilai Sangat Besar

Fundamental dan rekam jejak pasar obligasi Indonesia dinilai amat baik. Salah satu hal yang membuat pasar obligasi Indonesia termasuk yang menarik di dunia adalah tingkat yield yang tinggi.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 17 September 2020  |  17:52 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan analis melihat potensi investor asing masuk lagi ke pasar obligasi Indonesia sangat besar, walau tidak dalam waktu dekat selama vaksin Covid-19 belum ditemukan.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan potensi investor nonresiden untuk kembali ke pasar SUN masih besar mengingat fundamental dan rekam jejak pasar obligasi domestik yang baik. 

Untuk sementara ini, kepemilikan SBN lebih banyak didominasi oleh investor lokal khususnya perbankan dengan porsi sebesar 35,90 persen. Di sisi lain, kepemilikan investor asing di SBN merosot menjadi 28,18 persen dari total SBN dari biasanya sekitar 38 persen - 40 persen.

“Potensi asing masuk kembali menurut saya sangat besar. Selama ini saya lihat asing cukup nyaman di pasar kita,” jelas Ramdhan kepada Bisnis, Kamis (17/9/2020).

Salah satu hal yang membuat pasar obligasi Indonesia termasuk yang menarik di dunia adalah tingkat yield yang tinggi dibandingkan dengan obligasi negara lain termasuk AS (US Treasury).

Tren suku bunga rendah di dunia akan membuat investor beralih mencari return dari negara-negara berkembang (emerging market) seperti Indonesia sembari mempertimbangkan risiko.

Dari sisi risiko pun, Ramdhan mengingatkan bahwa Indonesia masih negara dengan investment grade (BBB) dan likuiditas di pasar cukup tinggi. Selain itu, terpenting adalah rekam jejak pemerintah Indonesia yang selalu baik dalam hal pembayaran bunga maupun pokok.

“Belum ada sejarahnya pasar kita jelek seperti Yunani. Sebenarnya rekam jejak itu juga menambah kepercayaan pasar,” ujar Ramdhan.

Minat investor asing yang mulai mempertimbangkan pasar SUN juga terlihat dalam beberapa lelang terakhir. Bulan lalu, total penawaran masuk dalam lelang SUN kembali menembus Rp100 triliun.

Lebih lanjut, wacana amandemen UU Bank Indonesia disebut juga menjadi pertimbangan investor asing untuk masuk.

Walaupun amandemen itu masih tarik-ulur di DPR, Ramdhan mengatakan pengaruhnya terhadap likuiditas di pasar SBN menjadi salah satu yang dicermati oleh investor asing saat ini.

“Perubahan ini pastinya akan dilihat dari sisi likuiditas pasar, akan berpengaruh seberapa, dari perubahan BI ini. Pasar menunggu konfirmasi itu saja,” tutur Ramdhan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sbn
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top