Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jadi Pemilik Dominan SBN, Perbankan Geser Posisi Investor Asing

Kepemilikan perbankan di SBN meningkat Rp569,75 triliun atau 91,57 persen dari posisi awal tahun ini senilai Rp622,20 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 17 September 2020  |  16:22 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA - Kepemilikan perbankan di surat berharga negara (SBN) terus melambung seiring dengan tingkat penyaluran kredit bank masih belum pulih akibat dampak pandemi. Perbankan pun menjadi pemilik dominan SBN, menggeser posisi investor nonresiden.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan per 15 September 2020, kepemilikan perbankan di SBN domestik yang dapat diperdagangkan tercatat senilai Rp1.191,95 triliun atau 35,90 persen dari total SBN.

Kepemilikan perbankan di SBN meningkat Rp569,75 triliun atau 91,57 persen dari posisi awal tahun ini senilai Rp622,20 triliun.

Porsi itu membuat perbankan sebagai institusi yang mendominasi kepemilikan SBN, mengalahkan kepemilikan investor asing.

Adapun, kepemilikan nonresiden tercatat turun Rp127,79 persen sejak awal tahun menjadi Rp935,50 triliun. Saat ini, porsi kepemilikan investor asing di SBN sebesar 28,18 persen jauh lebih rendah dari tingkat biasa mendominasi sebesar 38 persen - 40 persen.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan bahwa porsi nonresiden di SBN belum banyak berubah setelah terjadi aksi jual atau net sell besar-besaran pada Maret 2020.

“Sekarang ini memang pasar kita lebih banyak ditopang oleh investor domestik terutama perbankan. Kebijakan Bank Indonesia sendiri membuka keran likuiditas yang ada di perbankan masuk ke pasar surat utang,” kata Ramdhan kepada Bisnis, Kamis (17/9/2020).

Ramdhan menunjukkan salah satu kebijakan moneter dari Bank Indonesia seperti penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) telah meningkatkan likuiditas bank sementara tingkat kredit belum pulih.

Untuk sementara, bank sepertinya mencari sumber pendapatan lain yang relatif aman di pasar surat utang negara (SUN), khususnya seri-seri tenor pendek di bawah 5 tahun atau 10 tahun.

 

Porsi Kepemilikan SBN Rupiah yang Dapat Diperdagangkan
Institusi2 Januari 2020 (Rp triliun)15 Sept 2020 (Rp triliun)Perubahan (persen)
Bank622,201.191,9591,57
Bank Indonesia219,65223,091,57
Reksa Dana131,59149,9313,94
Asuransi214,82280,3430,50
Nonresiden1.063,29935,50-12,02
Dana Pensiun256,65235,96-8,06
Individu81,19116,3943,36
Lain lain163,35186,6714,28
TOTAL2.752,743.319,8320,60

Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sbn
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top