Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Powell Pesimistis, Bursa Asia Waspada

Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan ebound ekonomi global tidak akan berlanjut tanpa adanya stimulus fiskal lebih lanjut.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 17 September 2020  |  07:34 WIB
Bursa Saham Tokyo. - Kiyoshi Ota / Bloomberg
Bursa Saham Tokyo. - Kiyoshi Ota / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia dibuka dengan kewaspadaan pelaku pasar yang tinggi menyusul pernyataan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell atas rebound ekonomi yang tidak pasti tanpa stimulus lebih lanjut.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (17/9/2020), indeks di Jepang dan Australia terpantau stagnan sementara indeks Kospi Korea Selatan dibuka terkoreksi 0,2 persen. Pasar berjangka S&P 500 juga tidak mengalami pergerakan signifikan hingga pukul 09/.02 waktu Tokyo, Jepang.

Kewaspadaan para pelaku pasar terjadi menyusul pernyataan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell atas kelanjutan pemulihan ekonomi. Menurutnya, rebound ekonomi global tidak akan berlanjut tanpa adanya stimulus fiskal lebih lanjut.

Pejabat The Fed telah menekankan dalam beberapa pekan terakhir bahwa pemulihan AS sangat bergantung pada kemampuan negara untuk mengendalikan virus corona dengan lebih baik. Selain itu, stimulus fiskal lebih lanjut kemungkinan diperlukan untuk mendukung pekerjaan dan pendapatan

 "Pemulihan telah berkembang lebih cepat dari yang diperkirakan secara umum. (Namun) jalan ke depan masih sangat tidak pasti,” kata Powell dalam pidatonya.

Adapun pertemuan bulanan The Fed tersebut merupakan yang terakhir sebelum Amerika Serikat menyongsong pemilihan umum Presiden pada 3 November mendatang,

“Meskipun paket stimulus tertunda, tetapi dengan adanya harapan paket tersebut akan diluncurkan serta kondisi keuangan yang baik dan tingkat suku bunga yang rendah dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi faktor pendukung bagi aset berisiko dan memberi tekanan pada dolar AS,” Jelas Global Market Strategist di JPMorgan Asset Management, Kerry Craig.

Gedung Putih dengan kuat mengisyaratkan bahwa pihaknya bersedia untuk meningkatkan tawarannya dalam pembicaraan dengan partai Demokrat. Selain itu, anggota Senat partai Republik harus ikut serta untuk menyepakati stimulus dalam 7 hingga 10 hari ke depan.

Sejumlah bank sentral akan mengumumkan kebijakannya pada hari ini, diantaranya adalah Bank Indonesia, The Bank of Japan, dan Bank of England.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top