Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Duh, Investor Asing Masih Enggan Masuk Pasar Sukuk Negara

Berdasarkan data DJPPR, kepemilikan asing di sukuk negara tercatat senilai Rp22,82 triliun pada akhir Agustus 2020.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 14 September 2020  |  14:09 WIB
 Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat
Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kepemilikan investor asing pada instrumen surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara berkurang lagi pada Agustus 2020. Padahal, dalam periode yang sama investor asing terpantau menambah kepemilikan surat utang negara (SUN).

Berdasarkan data DJPPR, kepemilikan asing di sukuk negara tercatat senilai Rp22,82 triliun pada akhir Agustus 2020. Nilai tersebut turun 19,62 persen atau sekitar Rp5,57 triliun dari posisi bulan sebelumnya Rp28,39 triliun.

Apabila dibandingkan dengan data akhir Januari 2020, investor asing telah keluar Rp9,86 triliun dari pasar SBSN.

Sejak Maret 2020, kepemilikan investor asing di SBSN terpantau naik-turun dengan porsi kepemilikan tertinggi pada Juli 2020 sebesar Rp28,39 triliun.

Di sisi lain, pada saat bersamaan kepemilikan asing di SUN terus bertambah sejak Maret 2020 menjadi Rp919,12 triliun pada Agustus 2020.

Walaupun sejak Januari 2020, tercatat kepemilikan asing di SUN berkurang hingga Rp125,25 triliun.

Secara total, kepemilikan asing di surat berharga negara yang dapat diperdagangkan hingga akhir bulan lalu senilai Rp941,94 triliun atau sebesar 28,23 persen dari total outstanding SBN.

Adapun, porsi kepemilikan asing di instrumen SBN telah jauh berkurang dibandingkan dengan awal tahun sebesar hampir 40 persen dari total outstanding SBN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sukuk sukuk negara
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top