Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wijaya Karya (WIKA) Kejar Proyek Strategis di Dalam dan Luar Negeri

Pada Semester II/2020, Wijaya Karya memiliki rencana mengikuti tender proyek strategis di dalam negeri dan luar negeri antara lain proyek jalan tol, kawasan industri, transportasi terpadu, bendungan, gedung, termasuk infrastruktur minyak dan gas.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 10 September 2020  |  17:39 WIB
Gedung BUMN Wijaya Karya. Bisnis - Arief Hermawan P
Gedung BUMN Wijaya Karya. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. tengah mengikuti sejumlah tender proyek strategis baik di dalam maupun luar negeri pada semester II/2020.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan perseroan optimistis dalam mengikuti tender-tender proyek baru yang masih digulirkan oleh pemerintah, badan usaha dan atau swasta nasional.  

Pada Semester II/2020, Mahendra mengungkapkan kontraktor pelat merah itu memiliki rencana mengikuti tender proyek strategis di dalam negeri dan luar negeri antara lain proyek jalan tol, kawasan industri, transportasi terpadu, bendungan, gedung, termasuk infrastruktur minyak dan gas.

“Wijaya Karya memiliki rekam jejak yang kompetitif efektif dalam menyelesaikan proyek-proyek strategis berskala mega baik di dalam maupun luar negeri. Ini bisa menjadi modal yang baik bagi kami,” ujarnya melalui siaran pers, Kamis (10/9/2020).

Dia mengungkapkan terdapat 11 proyek strategis nasional yang tengah dikerjakan perseroan. Dari jumlah itu, sembilan di antaranya memiliki progres pekerjaan di atas 50 persen.

Adapun, proyek-proyek yang dikerjakan antara lain jalan tol Kunciran—Cengkareng, jalan tol Serang Panimbang, jalan tol Cisumdawu, Pelabuhan Patimban, Terminal Kijing, Bendungan Cipanas, Pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin, hingga PLTU Sulsel Baru 1x100 MW.

Mahendra mengatakan progres itu mencerminkan emiten berkode saham WIKA itu tetap fokus menjalankan aktivitas operasi di tengah fase adaptasi kebiasaan baru. 

“WIKA dapat menyelaraskan metode kerja, inovasi, dan aktivitas operasi dengan situasi terkini secara konsisten dan prudent,” imbuhnya.

Manajemen WIKA melaporkan kondisi gearing ratio berada di posisi 1,26 kali pada kuartal II/2020. Posisi itu masih jauh dari maksimal covenant 2,5 kali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wijaya karya wika
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top