Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tegas! Bursa Efek Indonesia (BEI) Denda 30 Emiten Rp150 Juta

Hingga 29 Agustus 2020, masih terdapat 30 perusahaan yang belum menyampaikan lapkeu interim per 31 Maret 2020 dan membayar denda Rp50 juta, sehingga didenda Rp150 juta.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 08 September 2020  |  14:40 WIB
Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia menetapkan denda sebesar Rp150 juta kepada 30 emiten karena terlambat menyampaikan laporan keuangan kuartal I/2020.

Sanksi yang sama juga diberikan kepada emiten yang belum membayar denda Rp50 juta karena terlambat menyampaikan laporan keuangan sesuai batas waktu yang ditentukan.

Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia, terdapat 801 perusahaan tercatat yang terdiri dari 673 perusahaan tercatat wajib menyampaikan laporan keuangan kuartal I/2020 dan 8 perusahaan tercatat yang berbeda tahun bukunya sampai dengan 31 Maret 2020.

Selain itu, ada 121 efek dan perusahaan tercatat yang tidak wajib menyampaikan lapkeu interim per 31 Maret 2020.

Hingga 29 Agustus 2020, masih terdapat 30 perusahaan tercatat yang belum menyampaikan lapkeu interim per 31 Maret 2020 dan yang belum membayar denda Rp50 juta karena terlambat menyampaikan lapkeu.

Bursa telah mengenakan peringatan tertulis III dan denda sebesar Rp150 juta kepada 30 perusahaan tercatat yang tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan interim yang berakhir per 31 Maret 2020,” tulis Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 BEI Adi Pratomo Aryanto, seperti dikutip pada Selasa (8/9/2020).

Adapun, penyampaian laporan keuangan interim yang berakhir 31 Maret 2020 yang tidak diaudit selambat-lambatnya pada 30 Juni 2020.

Sedangkan untuk laporan keuangan yang ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik harus menyampaikan sebelum 3 Agustus 2020.

Untuk lapkeu yang diaudit oleh akuntan publik harus segera menyerahkan laporan ke bursa sebelum 31 Agustus 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia laporan keuangan denda
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top